Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Lantaran masa penularan yang berlangsung selama 50 hari, pada hari ke-100 angka kematian dan sembuh mencapai keadaaan konstan.
Uji sistem dinamik dilakukan Tim Riset Visi melalui proses validasi model pemantauan data historikal yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia periode 2 Maret 2020 hingga 2 April 2020 sebagai data referensi harian, yang mencakup jumlah kasus kumulatif, jumlah pasien sembuh, dan meninggal.
Lebih lanjut, menurut Widyar, pada dasarnya peninjauan aspek kesehatan COVID-19 dengan pemodelan pandemi yang dilakukan Visi mengikuti pola harian yang terjadi sejak kasus pertama muncul, sehingga program "self isolation", "social distancing", penggunaan masker, cuci tangan menggunakan sabun, dan penggunaan "hand sanitizer" yang sedang digalakkan pemerintah telah masuk dalam model ini.
Namun, kata dia, proses pemantauan itu sebenarnya memiliki batasan tertentu, karena data yang dikeluarkan secara resmi oleh Pemerintah setiap harinya boleh jadi masih menyisakan orang-orang yang tidak atau belum terdeteksi.
Beberapa batasan lain, yaitu bahwa model ini tidak dapat menentukan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) secara spesifik, tidak memperhitungkan kejadian reinfeksi virus, dampak sosial pandemi akibat kebijakan pemerintah, dan pengaruh budaya masyarakat dalam merespons keadaan darurat COVID-19.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: