Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ngeri Banget, Dua Gejala Hipertensi Ini Tidak Boleh Diabaikan, Bisa Fatal Akibatnya!

Ngeri Banget, Dua Gejala Hipertensi Ini Tidak Boleh Diabaikan, Bisa Fatal Akibatnya! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dianggap sebagai silent killer alias penyakit tanpa gejala yang mematikan. Kendati demikian, beberapa pakar menemukan bahwa ada beberapa gejala yang timbul sebagai pertanda hipertensi yang harus diwaspadai.

Dipaparkan dokter spesialis penyakit dalam, dr. Dina Nilasari PhD, Sp.PD-KGH, bahwa hipertensi memang didominasi dengan kondisi tekanan darah yang lebih tinggi dari kadar normalnya tanpa menunjukkan gejala. Akan tetapi, dokter Dina menegaskan ada tanda yang patut dicurigai sebagai gejala berat hipertensi.

Baca Juga: Ya Ampun! Penderita Diabetes Nggak Boleh Makan Ketupat, Duh… Kata Siapa? Pahami Dulu Hal Ini

"Hipertensi disebut silent killer karena mostly tanpa gejala. Yang bergejala adalah saat sudah tinggi banget. Itu target organ damage bergejala utamanya nyeri kepala," tuturnya dalam program acara Hidup Sehat tvOne, Jumat 29 Oktober 2021.

Terlebih, saat ini hipertensi sudah mengintai segala usia termasuk generasi muda. Khususnya dengan gaya hidup kekinian yang memicu kondisi hipertensi lebih rentan. Lantas, apa gejala kedua yang patut diwaspadai?

"Misal nyeri kepala hebat, mata kabur, itu gejala yang kita anggap gejala berat harus ke rumah sakit," jelasnya.

Baca Juga: Waduh… Nggak Nyangka Banget! Merokok Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Diabetes, Kok Bisa?

Lebih dalam, hipertensi sendiri terbagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Pada hipertensi primer, Dina menjelaskan bahwa itu berarti kondisi seseorang yang mengalami hipertensi dan dalam jangka panjang dapat memicu komplikasi pada organ lain.

Sementara untuk sekunder, kondisi seseorang bisa mengalami penyakit tertentu yang berakibat pada hipertensi. Namun intinya, kedua penyakit tersebut saling berkaitan sehingga hipertensi adalah kondisi yang sebaiknya dicegah dan diatasi sejak dini.

"Dampaknya banyak banget, termasuk stroke atau penyakit kardiovaskuler. Dalam waktu lama pasien bisa jatuh ke gagal ginjal," imbuhnya.

Baca Juga: Catat! Ini Tips Ampuh Mencegah dan Mengatasi ‘Duet’ Diabetes dan Asam Urat

Baca Juga: Keuntungan Formula E 2022 Rp5,29 Miliar, Pendukung Jokowi: Bukan Rp1,48 Triliun Seperti yang Digemborkan

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Viva.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: