Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Usia di Atas 50 Tahun Wajib Waspada Terhadap Kolesterol Tinggi, Bahayanya...

Usia di Atas 50 Tahun Wajib Waspada Terhadap Kolesterol Tinggi, Bahayanya... Kredit Foto: Unsplash/Eduardo Barrios
Warta Ekonomi, Jakarta -

Seiring bertambahnya usia, kolesterol menjadi satu hal yang harus diperhatikan. Mungkin beberapa orang tidak menyadari efek serius yang ditimbulkan jika kolesterol tinggi. Kolesterol memang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel-sel sehat, namun jika terlalu banyak akan berbahaya.

Penulis The Sports Nutrition Playbook, Amy Goodson, memaparkan efek samping kolesterol tinggi setelah usia 50 tahun ke atas. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mulai membuat perubahan sehat dalam tubuh agar kolesterol stabil.

Baca Juga: Covid Oh Covid… Nggak Cukup Serang Paru-paru, Aspek Seksual Ternyata Diincar Juga! Ya Ampun…

Dia mengatakan, seiring waktu, kolesterol tinggi meningkatkan penumpukan plak di arteri, yang dapat membatasi aliran darah ke otak dan jantung. "Ini berpotensi menyebabkan konsekuensi yang mengerikan seperti serangan jantung dan strok," kata Goodson, seperti dilansir di laman Eat This Not That, Ahad (7/11).

Menurut American Heart Association, penumpukan plak ini disebut aterosklerosis. Tidak hanya dapat menyebabkan aliran darah terbatas, tetapi plak juga dapat pecah dan tersangkut di aliran darah, yang merupakan cara lain penyumbatan arteri.

Menurut Goodson, aterosklerosis dapat terjadi seiring waktu dan menyebabkan masalah parah pada jantung dan otak, tetapi sayangnya tidak ada gejala yang terdeteksi.

"Jika sepotong plak pecah, itu dapat menyebabkan gumpalan darah terbentuk di sekitarnya, lalu membatasi aliran darah ke jantung. Itu membuat tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi yang diperlukan, yang disebut iskemia," kata Goodson.

Baca Juga: Penting! Apakah Buah Mengkudu Punya Manfaat Kesehatan untuk Penderita Diabetes? Ternyata…

Goodson juga mengatakan, penting untuk mewaspadai gejala serangan jantung dan segera mencari perawatan medis darurat jika mengalaminya. "Gejala-gejala ini termasuk sesak, merasa terjepit, merasa penuh, nyeri atau sakit di dada atau lengan, kecemasan, kesulitan bernapas, pusing, dan kelelahan yang berlebihan," kata Goodson.

Penumpukan plak di arteri tidak hanya membatasi aliran darah ke jantung, tetapi juga dapat membatasi aliran ke otak. "Penumpukan ini dari waktu ke waktu dapat menyebabkan strok," kata Goodson.

"Gejala untuk ini termasuk kehilangan keseimbangan dan koordinasi, pusing mendadak, kebingungan, kata-kata tidak jelas, mati rasa di wajah, lengan, atau kaki, terutama di satu sisi tubuh, atau penglihatan kabur," ujarnya.

Baca Juga: No Nut November: Buruk untuk Kesehatan, Ini Tanda Seseorang Kecanduan Masturbasi! Apa Anda Termasuk?

Efek samping tersebut mungkin terasa tidak menyenangkan, tetapi kabar baiknya adalah ada cara untuk mengendalikan kadar kolesterol dan mengurangi risiko komplikasinya. Menurut Goodson, ini adalah beberapa hal penting yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan kolesterol:

  1. Mulailah berolahraga beberapa hari dalam sepekan, tetapi pastikan untuk berbicara dengan dokter sebelum memulai.
  2. Tingkatkan asupan serat larut seperti gandum dan makanan yang dibuat dengan tepung gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah-buahan di mana Anda bisa memakan kulitnya seperti apel, pir, dan beri.
  3. Cobalah menurunkan berat badan jika perlu, karena penurunan berat badan dapat membantu menurunkan kolesterol dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Baca Juga: Penderita Diabetes Ganti Gula dengan Madu? Duh… Pahami Hal Ini Terlebih Dahulu

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan