Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dampak Kolesterol Tinggi, Salah Satunya Bisa Mendorong Kebutaan?

Dampak Kolesterol Tinggi, Salah Satunya Bisa Mendorong Kebutaan? Kredit Foto: Unsplash/Brittany Colette
Warta Ekonomi -

Ketika seseorang memiliki kadar kolesterol tinggi, itu berarti mereka memiliki terlalu banyak zat lemak yang disebut kolesterol dalam darah mereka. Penumpukan kolesterol dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah. Dan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti masalah jantung dan strok jika tidak ditangani.

Kolesterol tinggi umumnya disebabkan oleh pilihan gaya hidup termasuk konsumsi terlalu banyak makanan berlemak dan tidak cukup berolahraga. Biasanya kondisi ini tidak menimbulkan gejala dan diketahui lewat tes darah. Namun, kadang-kadang, bisa ada tanda-tanda.

Menurut Cleveland Clinic, memiliki kolesterol tinggi dapat menyebabkan retina vein occlusion (RVO). Individu yang mengalami ini, penglihatannya akan terasa kabur atau kehilangan penglihatan di salah satu mata. Itu terjadi ketika gumpalan darah menyumbat pembuluh darah.

"Kadang-kadang itu terjadi karena pembuluh darah mata terlalu sempit. Ini lebih mungkin terjadi pada penderita diabetes, dan kemungkinan tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, atau masalah kesehatan lain yang memengaruhi aliran darah," kata Cleveland Clinic, seperti dilansir dari Express, Senin (8/8/2022).

Dalam beberapa kasus, gejala RVO yang dirasakan bisa berbeda mulai dari halus hingga sangat jelas. Namun yang pasti, itu hampir selalu terjadi pada satu mata.

"Awalnya, penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan mungkin sedikit, tetapi semakin memburuk dalam beberapa jam atau hari berikutnya. Terkadang bisa menjadi kehilangan penglihatan total," kata dia.

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: