Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ketua P3I Jatim Terpilih Minta Kualitas Industri Digitalisasi Periklan Perlu Dibenahi, Alasannya....

Ketua P3I Jatim Terpilih Minta Kualitas Industri Digitalisasi Periklan Perlu Dibenahi, Alasannya.... Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
Warta Ekonomi, Surabaya -

Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jatim terpilih periode 2021-2025, Haries Purwoko, mengatakan bahwa industri digitalisasi periklan di Jatim perlu ditingkatkan, salah satunya dalam hal sumber daya manusia (SDM). Hal ini, kata Haries, agar industri digital periklanan mampu bersaing nantinya.

"Era digital sudah tidak bisa dihindari. Kita harus bisa berinovasi dan berkolaborasi. Untuk itu, SDM periklanan harus terus ditingkatkan, khususnya tentang teknologi dan digitalisasi," tegas Haries di Gedung Graha Kadin Jatim Surabaya kemarin. Baca Juga: Meta Izinkan Iklan Kripto di Facebook, dengan Persyaratan dan Kelayakan yang Diperluas

Menurut Haries, untuk peningkatkan SDM  industri periklanan  diperlukan  pelatihan tentang dunia teknologi pada anggota P3I, di,mana saat ini masih minim tentang teknologi digital.

"Di era 4.0 ini semua terkait, semua sudah berubah. Format periklanan juga sudah berubah sehingga kita harus mengikuti perkembangan yang sangat pesat ini agar bisnis tidak tertinggal. Untuk itu, kami nanti akan membuat pelatihan teknologi digital," kata Haries

Ia mengatakan, bahwa saat ini jumlah anggota P3I di Jatim hanya mencapai 65 perusahaan periklanan, dari jumlah itu sangat sedikit yang paham dan mengerti tentang teknologi digital. 

"Tidak banyak, bisa dihitung jari. Tidak sampai 10 persen karena kebanyakan bergerak di outdoor atau out of home advertising dan termasuk orang-orang lama," ujarnya.

Untuk itu sambung Haries, dirinya meminta pada anggota P3I Jatim untuk meningkatkan SDM dan kekompakan antar anggota dan pengurus agar kualitas industri digitalisasi perikalan di Jatim berjalan dengan baik.

Haries mencatat, selama sejak empat tahun terakhir, kondisi periklanan secara umum, khususnya di daerah telah mengalami kelesuan signifikan akibat distrupsi teknologi. 

"Apalagi dengan hantaman pandemi dalam kurun waktu dua tahun terakhir, membuat usaha semakin menurun. Bahkan ada yang sudah gulung tikar dan beralih profesi ke usaha lainnya. Tetapi kita harus optimistis terlebih dengan pencapaian vaksinasi yang cukup tinggi sehingga dunia usaha bisa kembali bergerak. Saatnya kita kembali berlari. Melalui inovasi dan kolaborasi, kami berharap industri periklanan akan kembali membaik," beber Haries 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal P3I Pusat, Hery Margono, mengungkapkan bahwa saat ini kinerja industri periklan memang tengah mengalami stagnasi, padahal dalam kondisi normal belanja iklan dalam setiap tahun selalu mengalami pertumbuhan sebesar dua digit. 

"Tahun ini belanja iklan secara nasional mencapai Rp200 triliun hingga Rp300 triliun per tahun. Angka ini memang tidak berubah dari tahun sebelumnya. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab, di antaranya karena alokasi belanja iklan memang berkurang dan juga karena diskon besar-besaran yang dilakukan pelaku periklanan, " ujar Hery 

Harry mengatakan, bahwa alokasi belanja periklanan tersebut, terbesar diserap oleh televisi sekitar 60 persen, disusul digital sebesar 20 persen dan  bilboard atau out of home advertising sebesar 15 persen dan sisanya cetak serta radio.  

"Digital ini naiknya cukup tajam. Selain karena harga lebih murah, juga terukur. Siapa yang melihat dan siapa yang like, itu bisa terlihat," katanya. 

Di sisi lain Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, secara tegas mengatakan, pelaku periklanan harus melihat pada kebiasaan masyarakat pascapandemi atau nex normal. Karena pandemi telah mengubah pola mobilitas dan karakter masyarakat, digitalisasi semakin mengakar. 

"Oleh karena itu, perubahan ini harus diantisipasi.  Saya melihat teknologi digital bukan mematikan tetapi mengubah, bermetamorfosa. Bagaimana periklanan luar ruang atau outdoor advertising bisa memanfaatkan digital, seperti teknologi kecerdasan untuk mendeteksi siapa saja yang lewat di suatu titik atau lokasi," pungkas Emil

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Lestari Ningsih

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan