Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

2023, Kabupetan Purbalingga Percepat Pengentasan Kemiskinan

2023, Kabupetan Purbalingga Percepat Pengentasan Kemiskinan Kredit Foto: Antara/Hs Putra Pasaribu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2023 difokuskan pada pengentasan kemiskinan. Salah satu program yang disiapkan adalah kolaborasi antarinstansi pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga juga menggandeng lembaga filantropi, seperti Baznas, Lazismu, Lazisnu, dan lainnya.

“Kami juga akan membentuk tim pengelolaan CSR (corporate social responsibility) perusahaan yang ada di Purbalingga yang selama ini belum dioptimalkan,” ujarnya pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Purbalingga, kemarin.

Lebih lanjut, pemkab juga akan memetakan potensi di setiap desa yang ada di Kabupaten Purbalingga. Penyebabnya, banyak desa yang belum memetakan potensi secara tepat, sehingga memerlukan pendampingan dari pemerintah.

Bupati menjelaskan, pihaknya juga akan mengoptimalkan pelatihan kerja melalui BLK, untuk mengurangi angka pengangguran di Purbalingga. Pemkab Purbalingga juga menyiapkan program khusus untuk para pelaku UMKM, seperti pelatihan pemasaran secara digital, permodalan, dan dana stimulan.

Pemkab Purbalingga, imbuh Tiwi, juga akan fokus pada revitalisasi dan pembangunan infrastruktur penunjang kegiatan masyarakat.

“Kami juga meminta agar dilakukan inventarisasi jalan rusak (milik) kabupaten yang prioritas akan kami perbaiki, sebagai sarana penunjang kegiatan masyarakat Purbalingga,” katanya.

Bupati Tiwi juga menyampaikan bahwa tidak ada lagi desa di Purbalingga berstatus Desa Sangat Tertinggal. Menurutnya, hal itu adalah dampak dari stimulasi pemulihan dan membangkitkan ekonomi di tingkat desa. Meskipun begitu, masih terdapat dua desa yang berstatus sebagai Desa Tertinggal.

“Ada dua desa yaitu Banjarsari dan Sirau yang harus mendapat perhatian. Selain 62 desa yang juga membutuhkan intervensi dengan kategori miskin dan miskin ekstrem,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah, Agung Tejo Prabowo, optimistis angka pertumbuhan ekonomi Purbalingga akan menunjukan tren yang positif. Menurut data, pada 2019, pertumbuhan ekonomi Purbalingga mencapai angka 5,65 persen.

“Di tahun 2021 pun angkanya cenderung bagus, sehingga kami optimistis angka pertumbuhan ekonomi Purbalingga akan terus menunjukan tren yang bagus,” pungkasnya.

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan