Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Produksi Jagung Nasional Melimpah, Kebutuhan Pakan Ternak Aman

Produksi Jagung Nasional Melimpah, Kebutuhan Pakan Ternak Aman Kredit Foto: Antara/Adeng Bustomi
Warta Ekonomi -

Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) Riyanto mengatakan bahwa saat ini produksi jagung domestik terus mengalami perkembangan yang cukup baik sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak secara mandiri.

Menurut Riyanto, potensi jagung domestik bahkan bisa menekan jumlah impor yang selama ini kerapkali digunakan untuk kebutuhan tertentu seperti industri restoran atau bahan kebutuhan khusus lainnya.

"Tentu semua yang berkait dengan budidaya jagung harus kita dukung bersama karena ini menyangkut pada kebutuuan pakan unggas yang akan kita konsumsi Sehari-hari. Saya melihat produksi jagung lokal kita sudah semakin bagus," ujar Riyanto, Minggu (1/5).

Riyanto mengatakan, serapan jagung domestik yang saat ini berjalan dengan baik juga mampu mendorong peningkatan pendapatan bagi masyarakat desa serta mampu menghadirkan multiplier effect, khsusnya pada pertumbuhan industri pakan.

"Kalau bisa, industri yang lain juga mulai menggunakan jagung lokal lah. Jadi semua serba lokal. Apalagi di Kementan kalau saya lihat sudah mempersiapkan sarana dan prasarananya, juga budidayanya. Jadi sebenarnya jagung kita sudah cukup untuk memenuhi pakan unggas," katanya.

Baca Juga: Cek di Lapangan, Pemerintah Jamin Stok Bahan Pokok di Kalbar Aman

Terpisah, Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Firdaus mengatakan bahwa produksi jagung nasional baik yang diperuntukkan untuk pakan unggas maupun yang lainnya sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Hanya saja, kata dia, jagung lokal cendrung kurang memenuhi syarat kadar air 14 persen sehingga para peternak memilih jagung lain.

"Sebenarnya kalau untuk peternak bisa menggunakan pakan lokal alternatif seperti diprodukai di Jonggol,  ada bahan pakan lokal berbahan selain dari jagung. Dan itu bisa dijadikan pakan tetap," ujarnya. 

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2022, Zurich Syariah Targetkan Premi Tumbuh 50%

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: