Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

2024 Prabowo Sudah Ditandai Pengkhianat, 'Cuma Diam saat 6 laskar FPI Dibantai dan HRS Dipenjara'

2024 Prabowo Sudah Ditandai Pengkhianat, 'Cuma Diam saat 6 laskar FPI Dibantai dan HRS Dipenjara' Kredit Foto: Antara/Zarqoni Maksum
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerhati Politik M Rizal Fadillah menilai Prabowo Subianto akan menjadi capres yang paling potensial untuk gagal lagi karena saat ini peta dukungan untuknya sudah berubah akibat pengkhianatannya yang memilih untuk masuk menjadi pembantunya Jokowi.

Meski di pelbagai lembaga survei menyebutkan Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai capres dengan elektabilitas tertinggi, akan tetapi bertenggernya nama Prabowo itu lebih dikarenakan dukungan massa di sisa pertarungan Pilpres 2019.

"Sebenarnya peta dukungan itu telah jauh berubah. Sejak Prabowo masuk dalam Kabinet Jokowi, maka suara kecewa kerap terdengar," katanya.

Rizal juga menilai publik telah memberi tanda bahwa Prabowo sebagai sosok yang berbeda barisan dengan kelompok Islam, terutama saat rentetan peristiwa yang mendera Habib Rizieq dan kelompoknya.

"Banyak yang mengecam dan menilai Prabowo sebagai profil figur pecundang. Jikapun ia beralasan strategi, maka hal itu lebih pada jabatan dan keuntungan pribadi atau kelompok Prabowo sendiri,"

Rizal juga menilai publik telah dibikin kecewa berat dengan kiprah Prabowo yang hanya diam menghadapi kelaliman rezim terhadap Laskar FPI dan kelompoknya.

"Soal pembantaian 6 laskar FPI maupun pembunuhan dokter pejuang kemanusiaan Prabowo tetap bungkam dan tenang-tenang saja. Saat HRS dan aktivis eks pendukungnya ditangkap dan dipenjara ia tidak nampak gelisah. Sikapnya nyaris bersatu dengan kezaliman rezim.

Ia menilai dalam pertarungan yang sehat, sulit Prabowo untuk berhasil. Gebrakan politiknya tidak populis. Dengan postur politik Prabowo saat ini maka untuk menang bukan hal yang mudah. 

"Dukungan telah berubah. Prabowo kemarin berbeda dengan Prabowo saat ini. Prabowo potensial untuk menjadi pecundang yang abadi," sindirnya keras.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: