Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tiga Parpol Bikin Koalisi Indonesia Bersatu, Eh AHY Merespons Begini

Tiga Parpol Bikin Koalisi Indonesia Bersatu, Eh AHY Merespons Begini Kredit Foto: Instagram/Agus Harimurti Yudhoyono
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Demokrat menanggapi kerjasama politik yang dilakukan tiga partai besar, Golkar, PPP dan PAN dalam Koalisi Indonesia Bersatu.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan partainya menghargai pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu.

Baca Juga: Koalisi Golkar, PPP dan PAN Dinilai Masih Belum Kuat

Dia mengungkapkan dalam menentukan arah koalisi, Demokrat tidak mau tergesa-gesa.

“Saya lebih baik tidak tergesa-gesa, karena daripada seolah-olah cepat, kemudian cepat terbentuk, (bisa) cepat juga bubarnya. Saya berharap lebih baik kami berproses dengan baik,” katanya, Senin, 16 Mei 2022.

Diketahui Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), membentuk Koalisi Indonesia Bersatu pada Kamis, 12 Mei 2022.

Partai berlambang bintang mercy itu berharap terciptanya koalisi partai-partai politik di Tanah Air terbangun karena ada titik temu visi dan misi, tambahnya.

“Jika memang ada titik temunya, baik visi, misi, dan juga pendekatan kami untuk rakyat yang serupa, paling tidak ya, barulah bisa kami katakan akan terjalin sebuah koalisi yang solid. Lebih baik seperti itu,” tegasnya.

“Jika memang ada titik temunya, baik visi, misi, dan juga pendekatan kami untuk rakyat yang serupa, paling tidak ya, barulah bisa kami katakan akan terjalin sebuah koalisi yang solid. Lebih baik seperti itu,” tegasnya.

AHY mengatakan Partai Demokrat sangat menghargai pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu tersebut yang bekerja sama membangun budaya politik baru di Indonesia.

“Jadi, sekali lagi, tentu semua memiliki hak masing-masing, kami hormati itu dengan baik. Tapi, kami merasa masih cukup waktu untuk berkomunikasi dan membangun chemistry antara satu dengan yang lainnya,” jelasnya.

Menurut dia, seluruh partai politik, termasuk Partai Demokrat, memiliki cukup waktu untuk membangun koalisi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Baca Juga: Didukung Maju Pilkada Jakarta untuk Gantikan Anies Baswedan, Begini Jawaban Luar Biasa Airin

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hari pemungutan suara Pilpres dan Pileg pada 14 Februari 2024, serta Pilkada pada 27 November 2024.

“Artinya, di waktu yang ada sekarang di medio 2022, masih cukup waktu sebetulnya bagi partai-partai politik untuk membangun kebersamaan, chemistry building itu juga butuh proses,” ujarnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan