Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Indonesia Berkomitmen Kurangi Emisi CO2 di Sektor Penerbangan

Indonesia Berkomitmen Kurangi Emisi CO2 di Sektor Penerbangan Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi CO2 di sektor penerbangan, guna mewujudkan penerbangan sipil global yang ramah lingkungan.

“Indonesia memiliki kepentingan besar pada pertumbuhan dan pemulihan sektor penerbangan sipil global yang ramah lingkungan, mengingat Indonesia memiliki 251 bandara dan diproyeksikan International Air Transport Association (IATA) akan menjadi pasar transportasi udara terbesar keempat dunia di 2036,” Kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam International Civil Aviation Organization (ICAO) High Level Meeting on the Feasibility of a Long-Term Aspirational Goal for International Aviation CO2 Emissions Reductions (HLM - LTAG) di Montreal, Kanada, kemarin.

Pertemuan ICAO HLM-LTAG itu sendiri dihadiri oleh 27 pejabat setingkat menteri/wakil menteri dan 600 delegasi dari 112 negara serta organisasi internasional. Acara ini berlangsung mulai 19 - 22 Juli 2022.

Budi mengatakan pertemuan ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi penyusunan komitmen global pengurangan emisi CO2 sektor penerbangan sipil internasional.

“Sektor penerbangan merupakan isu prioritas karena terkait langsung dengan sektor pariwisata, perdagangan, dan industri, yang sangat penting untuk pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi,” Ucapnya.

Negara maju, menurutnya harus lebih aktif dalam upaya dekarbonisasi sektor penerbangan sipil global. Adapun bagi negara berkembang, didorong adanya fleksibilitas yang diberikan, agar upaya pengurangan emisi CO2 dapat tercapai tanpa menghambat pertumbuhan sektor penerbangan nasional yang berkelanjutan.

“Hal ini merupakan cerminan dari prinsip tanggung jawab bersama yang berbeda (common but differentiated responsibilities-and respective capabilities) yang diakui dalam Konvensi Perubahan Iklim (UNFCCC),” ujar Menhub.

Budi menyampaikan sejumlah hal untuk mendorong terwujudnya penerbangan yang ramah lingkungan. Diantaranya menekankan pentingnya meningkatkan produksi dan ketersediaan bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Elnusa Tebar Dividen 50% dari Laba Bersih

Lalu meminta negara-negara untuk mendorong penggunaan seluruh bahan baku bioenergi untuk pembuatan SAF tanpa diskriminasi, dan menyampaikan pentingnya aspek pendanaan dan kerjasama teknis dalam rangka mengurangi emisi CO2 bagi sektor penerbangan sipil global.

Baca Juga: Akusisi Axle Asia, Bolttech Siap Perkuat Bisnis Asuransi di Indonesia

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: