Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengamat Sebut Pembongkaran Kasus Ferdy Sambo adalah The Power of Netizen

Pengamat Sebut Pembongkaran Kasus Ferdy Sambo adalah The Power of Netizen Kredit Foto: Divpropram
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus pembunuhan Brigadir Yoshua atau Brigadir J yang awalnya disangka karena disebabkan adanya pelecehan seksual mulai membuka tabir yang lain. 

Hal ini dikarenakan banyaknya tuntutan dari masyarakat atau The Power of Netizen untuk menyelesaikan kasus ini sejelas-jelasnya. 

Kekuatan ini bahkan sampai membuat Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta sebanyak empat kali untuk mengusut tuntas kasus ini. 

Baca Juga: "Berlebihan dan Lampaui Kewenangan", Mahfud MD Disemprot Lagi Soal Irjen Ferdy Sambo

“Saya kan sudah sampaikan, usut tuntas. Buka apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Transparan. Sudah,” kata Jokowi dilansir dari Republika.co.id, Jumat (19/8/2022).

Melihat tuntutan dan permintaan yang besar dari masyarakat terhadap keadilan dalam kasus ini, Achmad Nur Hidayat selaku Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute mengatakan bahwa hal ini karena masyarakat menemukan banyak hal-hal janggal. 

“Pada kasus terbunuhnya Brigadir Yoshua yang terasa sangat janggal dalam pandangan masyarakat sehingga memunculkan tekanan yang menuntut lembaga-lembaga penegak hukum bertindak secara profesional, jujur dan transparan”, ungkap Achmad dalam keterangan resminya yang diterima redaksi wartaekonomi.co.id, Jumat (19/8/22)

Baca Juga: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Skenario Duren Tiga Berdarah Luluh Lantak, Ferdy Sambo dan Istri Akan Dituntut Keluarga Brigadir J, Siap-siap!

Achmad juga menambahkan, kasus-kasus besar yang terjadi banyak berasal dari lembaga penegak hukum. Ini seharusnya menjadi sebuah warning karena bisa menjadi tanda bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Polri mulai luntur. 

“Tapi disisi lain, jika masyarakat terus menerus mengawal kasus-kasus yang sedang terjadi artinya ada semacam distrust dari masyarakat terhadap para penegak hukum. Dan ini harus disadari penuh oleh lembaga-lembaga penegak hukum dan disikapi secara profesional dengan melakukan perbaikan-perbaikan yang menghadirkan rasa keadilan ditengah masyarakat,” tambah Achmad. 

Ia juga mengkhawatirkan, jika kasus yang melibatkan lembaga penegak hukum terus terjadi hal ini hanya akan menjadi bom waktu. Tinggal menunggu saat dimana masyarakat sudah benar-benar muak dan lembaga-lembaga penegak hukum sudah tidak lagi dipercaya oleh masyarakat.

Baca Juga: Nilai Setor Tunai Tanpa Kartu Blu by BCA Digital Tembus Rp 381 Miliar

Penulis: Sabrina Mulia Rhamadanty
Editor: Sabrina Mulia Rhamadanty

Advertisement

Bagikan Artikel: