Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

IMF Berikan Seruan untuk Afrika Memperketat Regulasi Kripto

IMF Berikan Seruan untuk Afrika Memperketat Regulasi Kripto Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keruntuhan pertukaran kripto FTX telah memberikan banyak dampak dalam industri dan pasar secara global, tidak terkecuali di Afrika yang tercatat sebagai salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Oleh karenanya, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) terkait dengan hal ini pun menyerukan regulasi kripto yang lebih ketat di kawasan ini.

Dilansir dari Cointelegraph pada Jumat (25/11/2022), IMF melihat urgensi perlunya regulasi untuk perlindungan konsumen yang lebih luas dan regulasi di industri kripto yang lebih jelas di negara-negara di Afrika pascakeruntuhan FTX yang menyebabkan gejolak pada harga mata uang kripto.

Baca Juga: Dampak Keruntuhan FTX, Raksasa Coinbase Ikut Terdampak Hingga Sahamnya Anjlok Dalam-Dalam!

Alasan lain dari perlunya regulasi ini juga terkait dengan potensi risiko dari aset kripto yang sudah terbukti. Selain itu regulasi juga diperlukan untuk menemukan keseimbangan antara meminimalkan risiko dengan memaksimalkan inovasi.

Seruan untuk memperketat regulasi kripto di kawasan Afrika ini juga menjadi relevan karena Afrika kini telah menjadi pasar kripto dengan pertumbuhan yang sangat pesat.

Dari data Chainalysis, pasar kripto Afrika telah mengalami peningkatan nilai lebih dari 1.200% di antara Juli 2020 dan Juni 2021 dengan adopsi tertinggi berada di Kenya, Afrika Selatan, Nigeria, dan Tanzania. Sementara itu data dari IMF juga menunjukkan bahwa 25% negara di sub-Sahara Afrika telah mengatur kripto secara formal dan dua pertiganya telah menerapkan pembatasan.

Pada publikasinya yang menyerukan hal ini, IMF turut menuliskan bahwa, "para pembuat kebijakan juga khawatir mata uang kripto dapat digunakan untuk mentransfer dana secara ilegal ke luar kawasan dan untuk menghindari peraturan lokal untuk mencegah keluar modal. Penggunaan kripto yang meluas juga dapat merusak efektivitas kebijakan moneter, menciptakan risiko stabilitas keuangan dan ekonomi makro."

Baca Juga: Mengerikan! UMP DKI Jakarta 2023 Dibawah Angka Inflasi, Ekonom Beberkan Era Heru Budi yang Disebut Bakal Tunduk Oligarki

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: