Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Usai Dicabut, OJK Siapkan Tiga Langkah ini buat Wanaartha Life

Usai Dicabut, OJK Siapkan Tiga Langkah ini buat Wanaartha Life Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah dan tindakan usai mencabut izin usaha PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life/PT WAL).

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, langkah pertama, OJK memerintahkan pemegang saham menyelenggarakan rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan agenda pembubaran badan hukum dan pembentukan tim likuidasi, paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak pencabutan izin usaha PT WAL.

"Lalu, melakukan tindakan lain berupa penilaian kembali pihak utama PT WAL, tindakan administratif terhadap akuntan publik, kantor akuntan publik, dan aktuaris, serta penanganan tindak pidana pencucian uang," ujarnya di Jakarta, Senin (5/12/2022). Baca Juga: Sah! OJK Cabut Izin Usaha Wanaartha Life

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga akan melakukan upaya penelusuran atas aset pemegang saham pengendali PT WAL beserta harta pribadinya, termasuk melakukan gugatan perdata untuk kepentingan konsumen.

"Hal tersebut dilakukan, sebagai upaya maksimal untuk melindungi kepentingan pemegang polis dengan tetap menjunjung proses hukum dan ketentuan yang berlaku," tegas Ogi.

Sebelumnya, per hari ini, Senin (5/12/2022), OJK resmi mencabut izin usaha Wanaartha Life karena tidak dapat memenuhi rasio solvabilitas (risk based capital/ RBC) yang ditetapkan oleh OJK sesuai ketentuan yang berlaku. 

Hal ini disebabkan PT WAL tidak mampu menutup selisih kewajiban dengan aset, baik melalui setoran modal oleh pemegang saham pengendali atau mengundang investor. Baca Juga: Simak! Ini Arah dan Fokus Kebijakan OJK di Sektor IKNB

"Tindakan pengawasan yang dilakukan oleh OJK tersebut di atas, termasuk pencabutan izin usaha PT WAL dilakukan dalam rangka melindungi kepentingan pemegang polis dan masyarakat," terangnya.

Ogi bilang, sejak dicabutnya izin usaha, PT WAL wajib menghentikan kegiatan usahanya. Namun demikian, Pemegang Polis dapat menghubungi PT WAL dalam rangka pelayanan konsumen sampai dengan dibentuknya Tim Likuidasi. Tim likuidasi selanjutnya akan melakukan verifikasi polis yang menjadi dasar perhitungan penyelesaian hak pemegang polis.

Baca Juga: Gandeng Bank dan Multifinance, Penyaluran Pendanaan Modal Rakyat Sentuh Rp 5,1 Triliun

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman

Advertisement

Bagikan Artikel: