Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bukalapak Catatkan Pertumbuhan Pendapatan hingga 29% pada Q3-2023

Bukalapak Catatkan Pertumbuhan Pendapatan hingga 29% pada Q3-2023 Kredit Foto: Instagram/ririn.yulianto
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) baru saja merilis laporan keuangan perusahaan untuk periode kuartal ketiga tahun ini. Sepanjang periode tersebut, Bukalapak mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 29% menjadi Rp1.158 miliar. Selain itu, pendapatan marketplace, margin kontribusi, dan adjusted EBITDA turut mencatatkan peningkatan masing-masing hingga 57%; 492%; dan 71%.

Presiden Bukalapak, Teddy Oetomo, mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya merasa senang dan bangga dengan kinerja Bukalapak pada sembilan bulan pertama tahun ini. Ia menambahkan, hal yang paling disyukuri adalah peningkatan margin kontribusi yang mampu menembus angka hingga enam kali lipat.

“Seiring dengan bukti nyata bahwa bisnis marketplace dan operasional O2O kami terus memberikan hasil yang baik di semua app dan platform, kami masih di dalam jalur yang tepat menuju target kami mencapai profitabilitas di kuartal-kuartal selanjutnya setelah meraih perbaikan EBITDA yang Disesuaikan selama 7 kuartal berturut-turut. Setelah hal itu tercapai, kami dapat berfokus untuk secara konsisten tumbuh menuju profitabilitas di 2024 dan 2025," ujar Teddy dalam keterangan pers, Jakarta, Sabtu, 28 Oktober 2023.

Teddy berujar, nominal yang muncul dalam laporan keuangan periode ini merupakan angka-angka baik yang diiringi dengan pertumbuhan pendapatan tahunan yang kuat dan perbaikan profitability di seluruh segmen. Secara bersamaan, Bukalapak turut menjaga neraca bersih yang diikuti dengan perbaikan quarter-to-quarter lainnya.

Baca Juga: Per September 2023, Bukalapak Derita Kerugian Senilai Rp776,22 Miliar

Pandangan Perusahaan terhadap Proyeksi Kinerja Keuangan

Bukalapak tetap mengacu pada proyeksinya untuk mencapai keuntungan pada akhir tahun 2023 dengan basis EBITDA yang Disesuaikan. Setelah memberikan hasil kinerja yang cukup baik di 6 bulan pertama tahun ini, Bukalaoak kembali memberikan hasil yang baik di kuartal ini. Bukalapak terus menunjukan komitmen kami untuk mencapai pertumbuhan menuju keuntungan yang berkelanjutan. Sejalan dengan bisnis Bukalapak yang akan terus tumbuh di tahun-tahun mendatang, fokus perusahaan adalah menumbuhkan bisnis-bisnis dengan take rate yang lebih tinggi serta mendorong efisiensi operasional sehingga momentum pertumbuhan jangka panjang terus berlanjut. 

Di kuartal ketiga 2023, Bukalapak berhasil meningkatkan take rate sebesar 64 basis poin menjadi 2,82% dari 2,17% pada periode yang sama tahun sebelumnya yang didorong oleh peningkatan dalam penyediaan dan efisiensi rantai pasokan. Terdapat potensi untuk meningkatkan take rate karena manfaat dari berbagai produk dengan take rate yang lebih tinggi dapat dirasakan di seluruh platform di masa mendatang. 

EBITDA yang Disesuaikan Bukalapak mencapai -Rp95 miliar pada kuartal ketiga tahun 2023, meningkat 71% dari tahun sebelumnya. Angka tersebut mencerminkan peningkatan sebesar 18% dari proyeksi rata-rata awal yang diberikan bersamaan dengan hasil kinerja tahun 2022, di mana diproyeksikan adjusted EBITDA loss sebesar Rp100 miliar hingga Rp125 miliar untuk kuartal ketiga.

Baca Juga: Kolaborasi Bank Mandiri Taspen dan Bukalapak Akomodasi Nasabah menuju Digitalisasi UMKM

Hasil Kinerja Operasional

Pendapatan marketplace tumbuh 57% year-over-year (YoY) menjadi Rp635 miliar. Take rate di lini bisnis ini meningkat sebesar 109 basis poin menjadi 2,96% di kuartal ketiga dari 1,87% pada periode yang sama tahun sebelumnya yang didorong oleh peningkatan dalam penyediaan dan efisiensi rantai pasokan.

Margin kontribusi keseluruhan (dihitung sebagai pendapatan dikurangi beban pokok pendapatan/beban penjualan dan pemasaran) mengalami peningkatan sebesar 492% YoY karena biaya penjualan dan pemasaran menurun.

Margin Kontribusi tumbuh menjadi Rp182 miliar pada kuartal ketiga dari Rp 31 miliar pada periode yang sama tahun lalu, dengan Margin Kontribusi di bisnis O2O mencapai angka positif untuk pertama kalinya di bulan September 2023. Di bisnis marketplace, Margin Kontribusi (sebagai persentase dari TPV) telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu ke 1,03%. 

Selain itu, sebanyak 73% dari TPV perusahaan berasal dari luar wilayah Tier 1 di Indonesia. Dari sini terlihat jelas manfaat ganda dari model penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi toko ritel tradisional.

Bukalapak berhasil menerapkan strategi untuk mencapai pertumbuhan yang lebih kuat menuju profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan diiringi dengan pengelolaan beban dan pengeluaran. Rasio beban umum dan administrasi (tidak termasuk Kompensasi Berbasis Saham) terhadap TPV selama 9 bulan ini meningkat menjadi (0,8%) dari (1,0%) pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Hari Asuransi Nasional: Lazada Bermitra dengan BWT untuk Tingkatkan Keamanan Belanja Online

”Setelah mencapai hasil yang baik di 9 bulan pertama di tahun 2023, kami sangat fokus untuk terus mencapai kinerja yang baik di sisa tahun ini. Kisah ekspansi margin terus berlanjut dan bisnis kami memiliki momentum yang baik serta peluang pertumbuhan yang sangat baik di masa depan. Pertumbuhan menuju profitabilitas secara berkelanjutan tetap menjadi komitmen utama kami, dan kami optimis dapat terus mewujudkan hal ini bagi para pemegang saham secara jangka panjang," tutup Teddy. 

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Yohanna Valerie Immanuella

Advertisement

Bagikan Artikel: