Dari Mana Tambahan Rp100 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis? Ini Jawaban Hashim

Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa tambahan anggaran Rp100 triliun untuk program makan bergizi gratis berasal dari pemangkasan anggaran yang dilakukan pemerintahan Prabowo Subianto.
Total pemangkasan anggaran mencapai Rp306 triliun, dengan sebagian besar dialokasikan untuk program strategis.
“Untuk makanan gratis tambahan Rp100 triliun, Pak Prabowo ambil dari anggaran yang dipangkas. Dipangkas Rp306 triliun dan sebetulnya lebih besar. Lebih besar lagi, karena ini tidak termasuk dividen dari BUMN,” ujar Hashim dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (31/1/2025).
Menurut Hashim, dividen dari BUMN sendiri mencapai sekitar Rp170 triliun dan tetap ditahan oleh pemerintah. Ia menegaskan bahwa pemangkasan anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Hashim Ungkap Suntikan Rp171 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis Bisa Dongkrak Ekonomi hingga 2%
“Pak Prabowo menyadari bahwa kalau uang itu dipangkas, ditarik, dan tidak dikucurkan ke ekonomi, ini pertumbuhan ekonomi kan melambat,” jelasnya.
Hashim menambahkan bahwa dana hasil pemangkasan tersebut dialokasikan untuk program yang lebih strategis. Dari total Rp360 triliun yang dipangkas, Rp100 triliun dialokasikan khusus untuk program makan bergizi gratis.
“So, walaupun uang itu diambil dari program-program, itu berarti akan di-spend, dibelanjakan untuk program-program yang strategis,” tegasnya.
Baca Juga: Efek Program Makan Bergizi Gratis: Rp8 Miliar Akan Berputar di Desa
“Nah, dari itu 306 triliun. 100 triliun itu dari, yang untuk makanan gratis itu dari 306 triliun,” tambha Hashim.
Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan anggaran program makan bergizi gratis dari Rp71 triliun menjadi Rp171 triliun. Berdasarkan perhitungan Bappenas, suntikan dana ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 2%, dengan aliran dana yang langsung menyentuh sektor ekonomi di tingkat desa melalui pembelian bahan pangan seperti telur, ayam, sayuran kelor, ikan, beras, dan jagung.
Hashim optimistis bahwa kebijakan ini akan memberikan stimulus ekonomi yang signifikan. “Pak Prabowo sudah menetapkan target 8% economic growth. Saya amat yakin bahwa kita akan melampaui 8%,” tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Advertisement