Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bursa Suspensi Saham BBRM dan PKPK Usai Harga Melonjak Tajam

Bursa Suspensi Saham BBRM dan PKPK Usai Harga Melonjak Tajam Kredit Foto: Unsplash/Denise Chan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah penghentian sementara perdagangan saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) menyusul lonjakan harga yang dinilai signifikan dalam waktu singkat. Kebijakan ini diberlakukan pada 30 Desember 2025 sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) pada tanggal 30 Desember 2025,” ujar P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Danny Yuskar Wibowo.

Sebelum disuspensi, saham BBRM tercatat ditutup di level Rp212 pada perdagangan Senin (29/12). Dalam sepekan terakhir, saham ini melonjak 20,45%, sementara secara bulanan telah meroket hingga 143,68%.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Lesu ke Level 8.627, Saham MRAT Paling Ambruk

Tak hanya BBRM, BEI juga menghentikan sementara perdagangan saham PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK). Saham emiten tersebut ditutup menguat di posisi Rp1.315, setelah mencatatkan kenaikan 17,41% dalam sepekan dan melesat 57,49% dalam sebulan terakhir.

“Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya,” lanjut Danny.

Baca Juga: Net Buy Rp2,24 Triliun, Asing Incar 10 Saham Ini

Ia pun mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk terus mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: