Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Minyak Stabil, Pasar Soroti Ketegangan Rusia-Ukraina dan Timur Tengah

Harga Minyak Stabil, Pasar Soroti Ketegangan Rusia-Ukraina dan Timur Tengah Kredit Foto: Kementerian ESDM
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan di Selasa (30/12). Investor menimbang sejumlah ketegangan geopolitik dari Rusia-Ukraina dan Timur Tengah.

Dilansir dari Reuters, Rabu (31/12), Minyak Brent ditutup turun tipis 0,03% ke US$61,92. Sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) melemah 0,22% ke US$57,95.

Baca Juga: Pasokan Gas Bumi Jatim Dipastikan Aman, BPH Migas dan PGN Turun ke Lapangan

Arab Saudi melancarkan serangan udara di Yaman. Sementara Rusia menuduh adanya upaya menargetkan kediaman dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. Tuduhan tersebut mengurangi optimisme pasar terhadap prospek kesepakatan damai antara Moskow dan Kyiv.

“Hambatan terbaru ini bisa memicu kembali premi risiko pada komoditas, sehingga harga tetap bergerak di area yang tidak menentu,” kata Analis Tudor Pickering Holt, Matt Portillo.

Ukraina sendiri membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar serta bertujuan menggagalkan proses negosiasi perdamaian.

Koalisi Arab Saudi melancarkan serangan terhadap target yang disebut sebagai dukungan militer asing bagi kelompok separatis selatan yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) di Yaman. Arab Saudi menegaskan bahwa keamanan nasionalnya merupakan garis merah dan mendukung seruan agar pasukan terkait meninggalkan Yaman.

UEA menyatakan kekecewaan atas pernyataan itu dan mengaku terkejut dengan serangan udara di Mukalla. Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab kemudian mengatakan pihaknya telah secara sukarela mengakhiri misi unit kontra-terorisme di Yaman.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya dapat mendukung serangan besar lainnya terhadap Iran. Hal itu akan terjadi jika mereka kembali membangun program rudal balistik atau senjata nuklirnya.

Baca Juga: SKK Migas–Petrogas Mulai Injeksi Perdana Proyek CEOR Lapangan Walio

Meski kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan kembali mencuat, persepsi pasar terhadap kondisi pasokan global yang berlebih masih membayangi dan berpotensi membatasi kenaikan harga minyak.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: