Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pelayanan Jemaah Jadi Prioritas Utama dalam Penyelenggaraan Haji 2026

Pelayanan Jemaah Jadi Prioritas Utama dalam Penyelenggaraan Haji 2026 Kredit Foto: Antara/Nova Wahyudi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan pelayanan jemaah menjadi priortas utama dalam penyelenggaraan badah Haji 1447 H/2026 M.

Dan pada tahun ni, fokus dalam penyelenggaraan haji dirahakan agar berjalan tepat waktu, dengan layanan yang semakin berkualitas, serta pelindungan jemaah yang semakin kuat.

Baca Juga: Menko Airlangga Apresiasi Capaian Kontingen Wushu Indonesia dalam SEA Games 2025 Thailand

Kemenhaj tidak hanya menyiapkan aspek teknis, tetapi juga memperkuat tata kelola, pengawasan, dan integritas penyelenggaraan haji secara menyeluruh.

Ini disampaikannya dalam kegiatan Media Briefing: Outlook Penyelenggaraan Haji Tahun 1447 H/2026 M bersama rekan media yang digelar pada Kamis (8/1/2026) di Lobby VIP Sekretariat UPT Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Dirinya mengatakan prinsip utama penyelenggaraan haji tahun ini menempatkan pelayanan jemaah sebagai prioritas utama, dengan kepastian proses, kepatuhan terhadap regulasi, serta menjunjung tinggi akuntabilitas. Setiap kebijakan diarahkan agar berdampak langsung pada kenyamanan, keselamatan, dan ketenangan jemaah.

“Pelayanan jemaah menjadi prioritas utama. Setiap proses harus jelas, pasti, patuh terhadap regulasi, dan dapat dipertanggungjawabkan demi kenyamanan dan keselamatan jemaah,” tegasnya, dikutip dari siaran pers Kemenhaj, Jumat (9/1).

Terkait progres persiapan layanan di Arab Saudi, Kemenhaj mengawal secara intensif penyediaan layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi melalui koordinasi erat dengan otoritas Arab Saudi agar layanan sesuai standar, tepat waktu, dan mampu melayani jemaah Indonesia dalam jumlah besar.

Di dalam negeri, persiapan penerbangan haji, asrama haji, dan embarkasi dilakukan sejak awal melalui koordinasi lintas kementerian, maskapai, serta pengelola bandara. Asrama haji disiapkan untuk memastikan jemaah memperoleh layanan yang tertib, nyaman, dan aman sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Pelunasan biaya haji reguler dan khusus juga terus dipantau secara ketat agar berjalan transparan, tertib, dan terintegrasi dengan sistem layanan haji serta pemvisaan, sehingga tidak menghambat tahapan penyelenggaraan.

Layanan kesehatan menjadi prioritas utama dengan memastikan pemenuhan istithaah kesehatan, kesiapan tenaga medis, serta sistem layanan kesehatan yang memadai baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: