Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemenperin Luluskan 5.386 SDM Industri Sepanjang 2025

Kemenperin Luluskan 5.386 SDM Industri Sepanjang 2025 Kredit Foto: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam mendorong pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat sumber daya manusia (SDM).

Salah satu penguatan tersebut dilakukan melalui penyelenggarakan pendidikan vokasi industri yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Baca Juga: Presiden Prabowo: MBG, Layanan Kesehatan Gratis, dan Pendidikan Jadi Motor Kesejahteraan serta Kemandirian Bangsa

“Ketersediaan SDM industri yang kompeten menjadi salah satu penggerak utama dalam meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Menperin, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Senin (2/2).

Sepanjang tahun 2025, Kemenperin berhasil meluluskan sebanyak 5.386 siswa dan mahasiswa dari 22 unit pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin. Para lulusan tersebut dibekali kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur, siap kerja, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi industri. Tingkat serapan lulusan ke dunia industri tercatat mencapai 68 persen saat kelulusan, dan ditargetkan meningkat hingga 100 persen dalam kurun waktu enam bulan setelah kelulusan.

Sebagai unit kerja Kemenperin yang bertanggung jawab dalam pembangunan SDM industri, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri dan institusi pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.

Pada Selasa (20/1), BPSDMI berhasil meluluskan mahasiswa Politeknik ATK Yogyakarta yang mengikuti Program Luban–Mozi College, hasil kerja sama dengan perusahaan dan institusi pendidikan asal Tiongkok, yakni Sailun Group dan Qingdao Technical College (QTC).

Politeknik ATK Yogyakarta, sebagai unit pendidikan tinggi vokasi di bawah naungan BPSDMI Kemenperin yang berfokus pada pengembangan kompetensi industri kulit, karet, dan plastik, telah menyeleksi dan mengirimkan 10 mahasiswa untuk mengikuti Program Luban–Mozi College di Tiongkok sejak September 2025.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kolaborasi global antara dunia pendidikan dan industri dalam mencetak SDM industri unggul.

“Kami meyakini bahwa pengalaman belajar langsung di lingkungan industri melalui praktik kerja industri internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk smart talent yang siap menghadapi era industri modern,” ujarnya.

Menurut Doddy, SDM industri masa depan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan transformasi digital dan konsep smart manufacturing yang berkembang pesat.

Program pendidikan vokasi ini dilaksanakan selama empat bulan dengan memanfaatkan teknologi tinggi, seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), serta mengintegrasikan pembelajaran Bahasa Mandarin sebagai bagian dari penguatan kompetensi global.

Mahasiswa lulusan Program Luban–Mozi College tersebut tercatat sebagai mahasiswa internasional pertama yang dibina langsung oleh Sailun Group dan QTC. Selain itu, sebagian peserta berhasil lulus simulasi ujian kemampuan Bahasa Mandarin HSK Level 3, dan sebagian lainnya lulus simulasi HSK Level-4.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: