Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Ditutup Rp16.884 per Dolar AS, Terbebani Defisit dan Antisipasi Risalah The Fed

Rupiah Ditutup Rp16.884 per Dolar AS, Terbebani Defisit dan Antisipasi Risalah The Fed Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 47 poin ke level Rp16.884 pada perdagangan Rabu (18/2/2026).

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan mata uang Garuda dipengaruhi sentimen domestik, salah satunya kondisi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang membengkak.

“Bila pemerintah tidak cermat dalam melakukan pengelolaan keuangan negara, maka ketergantungan terhadap defisit berpotensi menunda reformasi struktural,” ujar Ibrahim kepada wartawan.

Pada akhir 2025, defisit APBN melebar menjadi Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan target awal defisit sebesar Rp616,2 triliun atau 2,53 persen dari PDB.

Baca Juga: Libur Imlek Telah Usai, Segini Nilai Tukar Rupiah ke Dolar Rabu (18/2)

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, defisit APBN dibatasi paling tinggi 3 persen dari PDB.

Meski masih berada di bawah ambang batas tersebut, secara ekonomi ruang fiskal dinilai semakin menipis. Persoalan yang muncul bukan hanya pada besaran rasio defisit, melainkan pada kemampuan APBN dalam menyerap guncangan dan menjalankan fungsi stabilisasi ekonomi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: