- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Makin Bergantung, Indonesia Tingkatkan Impor LPG hingga 70% dari Amerika Serikat
Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Pertamina juga telah melakukan sosialisasi mengenai persyaratan dan prosedur untuk menjadi mitra perusahaan kepada calon-calon mitra di Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat optimal bagi kedua belah pihak.
Menteri Bahlil menambahkan bahwa impor LPG ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber pasok untuk menjamin ketahanan energi nasional. Indonesia diketahui membutuhkan impor LPG sekitar 7 juta ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Baca Juga: Tak ada LNG, Ini Daftar Belanja Energi RI ke AS Senilai Rp 253 T
"Untuk menjamin ketahanan energi kita juga perlu untuk diversifikasi sumber. Kita juga harus memperbanyak sumber agar supaya kita memastikan memperoleh harga yang paling kompetitif," ungkap Bahlil.
Pemerintah menargetkan proses eksekusi pembelian dapat segera dimulai setelah masa 90 hari pasca-penandatanganan kesepakatan rampung. Dengan masuknya pasokan LPG dari Amerika Serikat melalui skema tarif 0 persen, diharapkan harga LPG yang diperoleh lebih kompetitif sehingga dapat menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen dalam negeri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: