Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Beras Khusus dari AS Masuk Indonesia, Zulhas: Harganya Rp100 Ribu per Kilo

Beras Khusus dari AS Masuk Indonesia, Zulhas: Harganya Rp100 Ribu per Kilo Kredit Foto: Antara/Moch Asim
Warta Ekonomi, Jakarta -

Isu impor beras kembali mencuat setelah pemerintah mengonfirmasi adanya rencana pembelian beras dari Amerika Serikat. Namun jumlahnya disebut sangat terbatas dan tidak ditujukan untuk kebutuhan pokok masyarakat luas.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan volume impor tersebut hanya sekitar 1.000 ton per tahun. Ia memastikan beras yang masuk bukan kategori medium ataupun beras konsumsi umum.

Penegasan itu disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin. Pemerintah ingin memastikan tidak ada kesalahpahaman bahwa Indonesia kembali membuka keran impor besar-besaran.

"Nah kalau beras khusus, ada juga beras buat orang yang kena gula gitu. Kita yang jelas bukan beras yang buat makanan kita," ujar Zulkifli dikutip dari ANTARA, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, jenis beras yang diimpor termasuk kategori khusus yang menyasar kebutuhan tertentu. Segmen tersebut mencakup konsumen dengan kebutuhan kesehatan spesifik maupun restoran internasional.

Ia mencontohkan praktik yang sudah berjalan dalam kerja sama perdagangan dengan Jepang. Restoran Jepang di Indonesia kerap mengimpor varietas beras tertentu langsung dari negara asalnya demi menjaga standar rasa dan tekstur.

Model serupa dinilai tidak mengganggu pasar beras domestik. Pasalnya, volume kecil dan harga tinggi membuatnya tidak kompetitif untuk konsumsi massal.

"Mahal itu, 100 ribu lebih 1 kilo kan. Siapa mau beli kan, yang beli kan yang makan di restoran Jepang aja, kalau yang Jepang kan gitu," jelasnya.

Harga yang menembus lebih dari Rp100 ribu per kilogram menunjukkan bahwa produk tersebut berada di kelas premium. Dengan struktur harga seperti itu, pasar sasarannya sangat terbatas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: