Kredit Foto: Istihanah
"Lokasinya di daerah Sumatra," ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Menurut Bahlil, keterbatasan kapasitas penyimpanan tersebut menjadi tantangan ketika Indonesia ingin memperkuat ketahanan energi nasional.
Kondisi ini semakin krusial di tengah ketegangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, yang berpotensi mengganggu suplai energi ke Indonesia.
Sebagai perbandingan, negara anggota International Energy Agency (IEA) memiliki standar cadangan HOP sekitar 90 hari.
Sedangkan negara-negara OECD rata-rata memiliki cadangan energi antara 90 hingga 120 hari.
"Kita sekarang mau bangun storage untuk minimal 3 bulan."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus