Kredit Foto: Istihanah
Sementara, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) menilai, rencana pembangunan storage energi tersebut merupakan langkah yang positif, terutama dengan target ketahanan hingga tiga bulan.
Sebab, Indonesia saat ini belum memiliki cadangan strategis energi nasional.
"Saat ini sebenarnya kita enggak punya cadangan strategis untuk energi."
"Yang ada hanya cadangan BBM milik Pertamina yang sifatnya komersial, itu pun hanya mampu bertahan (berkisar) 22 hari," ucapnya kepada Warta Ekonomi, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, Cadangan Penyangga Energi (CPE) merupakan cadangan strategis energi, yang disiapkan untuk menjaga ketersediaan pasokan ketika terjadi gangguan distribusi, krisis energi global, atau lonjakan permintaan domestik.
Baca Juga: Ketahanan Energi Terancam Geopolitik, Bahlil Targetkan RI Punya Stok Minyak 3 Bulan
Karena itu, kebutuhan fasilitas penyimpanan untuk cadangan strategis dinilai sangat mendesak, guna memperkuat ketahanan energi nasional.
"Upaya tersebut juga bisa menjadi bagian dari penguatan sistem ketahanan energi nasional, yang selama ini masih sangat rentan akibat ketergantungan pada impor minyak, termasuk juga LPG," imbuhnya. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus