Kredit Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengonfirmasi dua armada kapalnya masih tertahan di Teluk Arab, dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.
Hal ini merupakan imbas langsung dari eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di kawasan tersebut.
Dalam pembukaan Satgas RAFI 2026 di kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3/2026), Simon menegaskan di tengah situasi ini, keselamatan nyawa para kru kapal menjadi prioritas tertinggi perusahaan.
"Yang menjadi concern kami yang utama adalah keselamatan para kru dan keselamatan kargo kami," ujar Simon.
Simon menjelaskan, Pertamina terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak berwenang lainnya, agar kapal bisa segera melewati kawasan konflik tersebut dengan aman.
Terkait posisi armada di Timur Tengah, Simon merinci dua dari empat kapal, yakni Paragon dan Rinjani, dipastikan sudah keluar dari area konflik dan sedang berlayar menuju Kenya dan India.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: