Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Belanja TI Asuransi Tumbuh Pesat, Bank Tertinggal

Belanja TI Asuransi Tumbuh Pesat, Bank Tertinggal Kredit Foto: Asuransi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Laporan Celent, perusahaan di bawah GlobalData, menyebut anggaran teknologi informasi (TI) pada sektor asuransi jiwa dan kesehatan diperkirakan tumbuh 13,8%, sementara asuransi properti dan kecelakaan naik 12,9%. Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan industri keuangan yang hanya berada di kisaran 7%.

Mengutip InsuranceAsia pada Jumat (27/3/2026), industri asuransi global diproyeksikan mencatat lonjakan belanja TI pada 2026, bahkan melampaui sektor keuangan lainnya, seiring pergeseran strategi perusahaan dari tahap uji coba menuju implementasi penuh teknologi digital.

Analis Celent menyebut lonjakan tersebut didorong oleh perubahan pendekatan perusahaan asuransi dalam mengadopsi teknologi. Jika sebelumnya masih terbatas pada eksperimen skala kecil, kini industri mulai beralih ke implementasi yang lebih luas.

Perusahaan asuransi juga mulai memprioritaskan penggunaan generative AI sebagai sistem pemantauan risiko otomatis, serta melakukan penggantian sistem komputer lama (legacy system) yang dinilai menghambat efisiensi operasional.

Di sektor perbankan, pertumbuhan anggaran TI korporasi diperkirakan hanya mencapai 5,8%, seiring tekanan margin yang semakin ketat.

Sementara itu, sektor pasar modal mencatat pertumbuhan paling rendah, dengan perusahaan buy-side hanya memproyeksikan kenaikan anggaran sebesar 3,7%.

Baca Juga: Aturan Baru RBC Asuransi, AAJI Ungkap Tingkatkan Transparansi Asuransi

Baca Juga: OJK Catat 304 Ribu Agen Asuransi Sudah Gunakan QR Code

Baca Juga: OJK Sebut Insentif Galangan Kapal Jadi Angin Segar bagi Industri Asuransi

Analis utama Celent, Tom Scales, menilai peningkatan belanja teknologi di sektor asuransi merupakan langkah strategis untuk menjaga daya saing di tengah perubahan industri.

“Peningkatan belanja ini merupakan langkah yang diperlukan bagi perusahaan asuransi untuk tetap kompetitif,” ujar Tom Scales.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: