Kredit Foto: PT Timah Tbk
"Kami telah menyusun roadmap dari sisi internal PT Timah, yang mana sejak 2025 sudah kami lakukan, dan insyaallah pada 2028 industri REE ini dapat dibangun," beber Suhendra.
Menurutnya, PT Timah juga telah mengidentifikasi potensi indikatif monasit mencapai sekitar 1,2 juta ton, di wilayah izin usaha pertambangan perusahaan.
"Potensi indikatif monasit sebagai bahan utama logam tanah jarang di IUP PT Timah berada pada kisaran 1,2 juta ton," ujar Suhendra.
Baca Juga: PT Timah Bidik 100 Koperasi untuk Tertibkan Tambang di 2026
Ia menambahkan, untuk mempercepat pengembangan industri REE, PT Timah juga menjalin kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung serta konsorsium nasional, guna mendukung hilirisasi mineral ikutan.
Perseroan juga meminta dukungan pemerintah dan DPR terkait percepatan perizinan, perbaikan tata niaga, serta penguatan pengawasan, guna memastikan target produksi 2026 dapat tercapai. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement