Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nyaris Swasembada! RI Berhasil Pangkas Impor Solar Hingga Sisa 6%

Nyaris Swasembada! RI Berhasil Pangkas Impor Solar Hingga Sisa 6% Kredit Foto: Antara/Fransisco Carolio

Berdasarkan data operasional Ditjen Migas, total kebutuhan solar nasional tercatat mencapai 111.356 kiloliter (KL) per hari pada periode awal tahun 2026, naik tipis dari rata-rata tahun 2025, yaitu sebesar 110.932 KL per hari.

Peningkatan ini dipicu oleh pertumbuhan konsumsi solar bersubsidi atau Jenis BBM Tertentu (JBT).

“Apabila dirinci berdasarkan jenis minyak solar, kebutuhan jenis minyak solar JBT atau subsidi tahun 2025 sebesar 50.466 kiloliter per hari, naik menjadi 52.373 kiloliter per hari pada tahun 2026 sampai dengan posisi Februari,” papar Rizwi.

Kondisi sebaliknya terjadi pada segmen solar non-subsidi yang melayani sektor industri dan komersial.

Data Ditjen Migas menunjukkan adanya penurunan permintaan pada kategori ini dari 60.466 KL per hari pada tahun 2025, menjadi 58.983 KL per hari pada awal tahun 2026.

Meski porsi produksi domestik semakin mendominasi, pemerintah tetap mempertahankan kerja sama importasi untuk menjaga ketahanan stok nasional (stok penyangga).

Baca Juga: B50 Resmi Berlaku Juli 2026, Bahlil Klaim Solar Bakal Surplus

Untuk sisa kebutuhan sebesar 6,26% yang belum tertutup produksi kilang dalam negeri, Indonesia masih mengandalkan pasokan dari negara mitra di kawasan regional.

“Di mana importasinya juga paling dominan berasal dari Singapura dan Malaysia, baik tahun 2025 maupun 2026,” ucap Rizwi. (*)

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus