Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Peta Jalan Produksi
Merujuk peta jalan proyek strategis 2026, pengembangan Lapangan Maha yang dikelola ENI di wilayah West Ganal, menjadi salah satu tulang punggung produksi gas nasional.
Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026, dengan kapasitas puncak sekitar 210 MMSCFD, dan tambahan pasokan hingga tiga kargo LNG.
Sedangkan di sektor minyak, proyek Area Minas Polimer-D yang dikelola Pertamina Hulu Rokan (PHR) dijadwalkan mulai berproduksi pada Desember 2026, dengan target produksi puncak sekitar 1.212 BOPD.
Proyek ini menggunakan teknologi polimer sebagai bagian dari strategi enhanced oil recovery (EOR), untuk meningkatkan produksi lapangan tua.
Selain itu, proyek OO-OX yang dikelola PHE Offshore North West Java (ONWJ) juga ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2026, dengan tambahan produksi sekitar 2.996 BOPD.
“Untuk proyek gas, kami juga mengintegrasikannya dengan hilirisasi LPG domestik untuk mendukung target swasembada energi pemerintah,” tambahnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus