Kredit Foto: Istimewa
Moshe menekankan, pengamanan pasokan LPG jauh lebih krusial, mengingat separuh dari kebutuhan nasional saat ini bergantung pada impor dari Timur Tengah dan Amerika Serikat.
Terkait isu sanksi internasional, ia menilai Indonesia sebagai negara non-blok memiliki kedaulatan untuk menjalankan kebijakan politik luar negeri bebas aktif, demi kepentingan ekonomi nasional.
Terlebih, saat ini Amerika juga tengah memberikan relaksasi, sehingga celah pembelian komoditas energi lebih secure.
Kesiapan Teknis Kilang
Menanggapi rencana impor tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun memastikan, secara teknologi infrastruktur, kilang dalam negeri mampu mengolah berbagai jenis minyak mentah (crude oil) dari mancanegara, termasuk Rusia.
Namun, ia memberikan catatan mengenai karakteristik teknis yang berbeda.
"Secara teknologi, semua jenis crude yang dibutuhkan sesuai kebutuhan nasional bisa diolah."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement