Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
"Keuntungannya adalah diversifikasi supplier."
"Kita tambah lagi suplai dari Rusia untuk mengurangi risiko ketergantungan kita terhadap dinamika di Timur Tengah, yang saat ini mencapai sekitar 20% untuk minyak mentah," ucap Moshe kepada Warta Ekonomi, Kamis (16/4/2026).
Kesiapan Teknis Kilang
Menanggapi rencana impor tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun memastikan, secara teknologi infrastruktur, kilang dalam negeri mampu mengolah berbagai jenis minyak mentah (crude oil) dari mancanegara, termasuk Rusia.
Namun, ia memberikan catatan mengenai karakteristik teknis yang berbeda.
"Secara teknologi, semua jenis crude yang dibutuhkan sesuai kebutuhan nasional bisa diolah."
"Lagipula ada kilang lain juga yang bisa mengolah," jelas Roberth.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement