Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
“Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia kini bukan sekadar pengikut pasar, melainkan pembuat harga yang aktif dalam menyeimbangkan suplai global,” ujarnya.
Baca Juga: Merdeka Battery Targetkan Produksi 35 Juta Ton Bijih Nikel pada 2026
Adapun dampak kebijakan ini juga tercermin dari respons pasar global, di mana harga nikel di London Metal Exchange (LME) disebut naik sekitar US$500 per ton dalam sehari setelah regulasi diumumkan. APNI memproyeksikan harga nikel pada 2026 berada di kisaran US$17.000 hingga US$18.500 per ton seiring konsolidasi pasar.
Selain itu, pengetatan kuota produksi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang dipangkas menjadi 250–270 juta ton juga turut memperkuat posisi penambang yang menciptakan potensi defisit pasokan di tengah kebutuhan smelter yang mencapai sekitar 350 juta ton.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait:
Advertisement