Kredit Foto: Istimewa
Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, menyampaikan 11 tuntutan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
“Bapak Presiden yang kami hormati, kami membawa 11 isu yang mungkin bisa menjadi aspirasi,” ujar Said dalam sambutannya, Kamis (1/5/2026).
Salah satu tuntutan utama adalah percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan. Said menilai waktu yang tersisa dalam masa pemerintahan saat ini relatif singkat.
“Yang pertama adalah sahkan RUU Ketenagakerjaan. Dua tahun waktu yang tinggal sedikit lagi, 5 bulan lagi. Mudah-mudahan waktu yang cukup,” katanya.
Ia menambahkan, pembahasan regulasi ketenagakerjaan selama ini kerap menghadapi tarik-menarik kepentingan. Karena itu, ia berharap pada peringatan May Day tahun depan undang-undang tersebut sudah disahkan dan memberikan perlindungan bagi buruh.
Selain itu, Said menyoroti isu outsourcing dan upah murah. Ia menyebut tuntutan tersebut sebagai HOSTUM (Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah).
“Baru-baru ini sudah dikeluarkan Permenaker tentang masalah tentang outsourcing, tapi kami pelajari masih jauh dari harapan,” ujarnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat
Menurut Said, perlu ada dialog lanjutan dengan pemerintah agar perlindungan terhadap pekerja alih daya tidak lagi dilakukan secara semena-mena.
Ia juga mengingatkan potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat situasi global. Said meminta pemerintah segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) PHK.
“Perang telah mengancam PHK Bapak di depan mata. Oleh karena itu Satgas PHK yang Bapak dengungkan mudah-mudahan bisa segera dideklarasikan,” ucapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: