Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Genjot Produksi, Kementan Tanam Padi Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi

Genjot Produksi, Kementan Tanam Padi Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi Kredit Foto: Kementan

Lebih lanjut, Mentan menegaskan bahwa pengembangan areal tanam baru melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan akan terus diperluas guna meningkatkan produksi secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi menekankan bahwa percepatan tanam merupakan strategi utama dalam menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Kementan bahkan telah mengirimkan surat kepada seluruh kepala daerah untuk memperkuat langkah antisipasi tersebut.

“Langkah-langkah mitigasi sudah kita siapkan. Mulai dari pemantauan data iklim, pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan tanam, pompanisasi, hingga penguatan infrastruktur air,” jelasnya.

Sejumlah strategi yang dijalankan meliputi percepatan tanam di akhir musim hujan untuk memaksimalkan ketersediaan air, pompanisasi secara masif, optimalisasi lahan rawa, hingga penggunaan benih tahan kekeringan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur air seperti embung, long storage, dan sumur bor juga terus didorong guna menjaga ketersediaan air di lapangan.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Kemarau, Pemerintah Jamin Ketahanan Pangan Terjaga

Baca Juga: Indonesia Serukan Sinergi Global Hadapi Tantangan Pangan Dunia

Program ini juga mendapat respons positif dari pemerintah daerah. Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyebut program oplah dan CSR memberikan manfaat nyata bagi peningkatan luas tanam dan dukungan sarana produksi di daerahnya.

“Program ini menjadi berkah bagi kami. Dengan dukungan Kementan, kami optimistis meningkatkan produksi dan berkontribusi sebagai daerah penyangga pangan nasional,” ujarnya.

Dengan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, Kementan optimistis gerakan tanam serentak ini mampu mendorong peningkatan produksi, menjaga pasokan pangan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri