Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan lonjakan produksi beras nasional sebesar 13,29% pada 2025, menjadi sinyal kuat penguatan sektor pangan, sekaligus mendorong pergeseran fokus kebijakan ke distribusi dan penyimpanan.
Langkah ini dinilai penting untuk mengelola surplus yang semakin besar, dan menjaga stabilitas harga di pasar.
Kenaikan produksi beras mencapai 4,07 juta ton, mencerminkan tren positif di sektor pertanian.
Namun, di balik capaian tersebut, pemerintah kini dihadapkan pada tantangan baru terkait pengelolaan kelebihan pasokan.
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pemerintah Sam Herodian mengatakan, peningkatan produksi juga terjadi di berbagai komoditas lain, meski produktivitas lahan masih perlu ditingkatkan.
“Produktivitas kita masih di kisaran 4,5 ton–4,7 ton per hektare, sementara negara lain sudah bisa 10 ton per hektare."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement