Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Melonjak, ARCI Tebar Dividen Rp1 Triliun ke Pemegang Saham

Laba Melonjak, ARCI Tebar Dividen Rp1 Triliun ke Pemegang Saham Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) membagikan dividen lebih dari Rp1 triliun setelah membukukan lonjakan laba bersih hampir 10 kali lipat sepanjang 2025. Emiten tambang emas tersebut mencatat laba bersih sebesar US$103 juta atau naik signifikan dibandingkan US$10 juta pada 2024.

Keputusan pembagian dividen disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar tahun ini. Perseroan menetapkan total dividen sebesar US$60 juta atau setara Rp1,02 triliun, setara 58,5% dari laba tahun berjalan 2025.

Dividen tersebut terdiri dari dividen interim sebesar US$30 juta atau sekitar Rp499,8 miliar yang telah dibagikan pada 16 Desember 2025, serta dividen final sebesar US$30 juta atau setara Rp522,2 miliar yang akan dibayarkan pada Juni 2026.

Kinerja keuangan ARCI pada 2025 turut ditopang kenaikan pendapatan menjadi US$496 juta dan EBITDA sebesar US$231 juta.

Dari sisi operasional, produksi emas Perseroan mencapai 122 ribu ons atau naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata kadar emas (grade) sebesar 1,18 gram per ton.

Peningkatan produksi didorong oleh dimulainya kembali produksi Pit Araren serta kontribusi Pit Marawuwung sejak awal 2025.

Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk Rudy Suhendra mengatakan capaian tersebut mencerminkan disiplin operasional dan finansial perusahaan di tengah dinamika global.

“Kinerja tahun 2025 mencerminkan komitmen Perseroan dalam meningkatkan kegiatan operasi secara berkelanjutan,” ujar Rudy dalam keterangannya.

Selain memperkuat produksi emas, Perseroan juga melanjutkan pengembangan proyek strategis. Pengembangan tambang bawah tanah di Kopra disebut menunjukkan hasil positif, sementara aktivitas eksplorasi diperluas guna mendukung peningkatan cadangan dan keberlanjutan produksi jangka panjang.

Di sisi diversifikasi usaha, anak usaha Perseroan yakni PT Toka Tindung Geothermal (TTG) memperoleh izin panas bumi pada Juni 2025. Proyek panas bumi tersebut juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Baca Juga: Lautan Luas (LTLS) Bagikan Dividen Rp45,4 Miliar dari Laba Bersih 2025

Baca Juga: BSI Bagikan Dividen Rp1,51 Triliun, Setara Rp32,81 per Lembar Saham

Baca Juga: YUPI Bakal Guyur Dividen Interim Rp141,6 Miliar, Investor Dapat Segini

Perseroan menilai pengembangan panas bumi menjadi bagian dari diversifikasi portofolio energi berkelanjutan perusahaan.

Memasuki 2026, Archi Indonesia menargetkan pertumbuhan produksi emas minimal 15%. Perseroan juga mulai memasuki tahap konstruksi peningkatan kapasitas pabrik pengolahan dari 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun.

Peningkatan kapasitas tersebut ditargetkan mampu mendongkrak volume produksi emas sekaligus mengoptimalkan nilai aset Perseroan dalam jangka panjang.

Selain itu, perusahaan melanjutkan pengembangan tambang bawah tanah di area konsesi lainnya dan memperluas eksplorasi guna meningkatkan potensi sumber daya dan cadangan emas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri