Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Kinerja emiten tambang emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) kembali mencuri perhatian dengan lonjakan laba yang signifikan. Di tengah dinamika harga komoditas global, peningkatan produksi dan penjualan menjadi faktor utama yang mendorong performa keuangan.
Merujuk laporan keuangan per 31 Desember 2025, ARCI berhasil mencatat pertumbuhan laba yang sangat agresif, mencerminkan ekspansi bisnis yang berjalan efektif sepanjang tahun.
Perseroan membukukan laba bersih sebesar USD101,82 juta, melesat 873,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya USD10,45 juta. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar juga meningkat tajam menjadi USD0,0041 dari sebelumnya USD0,0004.
Lonjakan laba ini didorong oleh peningkatan pendapatan yang signifikan. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tercatat USD496,22 juta, naik drastis dari USD287,61 juta pada periode sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari segmen penambangan emas sebesar USD434,86 juta, disusul perdagangan dan pengolahan emas senilai USD61,36 juta.
Dari sisi geografis, pasar domestik masih menjadi kontributor utama dengan pendapatan sebesar USD399,85 juta. Sementara itu, ekspansi ke pasar internasional juga menunjukkan hasil, dengan kontribusi dari Thailand USD43,7 juta, Singapura USD40,74 juta, dan Uni Emirat Arab USD11,92 juta.
Di tengah peningkatan pendapatan, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan menjadi USD286,18 juta dari USD227,09 juta. Meski demikian, laba kotor tetap melonjak signifikan menjadi USD210,04 juta dari USD60,52 juta.
Dari sisi operasional, perusahaan mencatat efisiensi pada beberapa pos beban. Beban penjualan turun menjadi USD476.634 dari USD597.305, sementara beban operasi lain juga menyusut menjadi USD1,88 juta dari USD4,89 juta. Namun, beban umum dan administrasi meningkat menjadi USD11,81 juta dari USD9,04 juta.
Kombinasi peningkatan pendapatan dan pengelolaan beban tersebut mendorong laba usaha melonjak menjadi USD203,94 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan USD56,59 juta pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Penjualan Hartadinata (HRTA) Sentuh Rp44,54 Triliun di 2025, Laba Lompat 121%
Baca Juga: Laba AMAG Anjlok 41%, Beban Klaim Jadi Biang Kerok
Dari sisi neraca, total aset ARCI meningkat menjadi USD1,02 miliar dari USD865,39 juta. Liabilitas juga bengkak menjadi USD663,83 juta dari USD592,44 juta, sementara ekuitas menguat signifikan menjadi USD362,92 juta dari USD272,95 juta.
Kinerja ARCI secara keseluruhan menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Lonjakan laba yang tajam menandakan bahwa perusahaan berhasil memanfaatkan momentum harga emas dan memperkuat ekspansi bisnis, baik di dalam maupun luar negeri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: