Kredit Foto: Istimewa
Bupati Siak Dr Afni Zulkifli meminta kemandirian setiap BUMD di tengah berkurangnya dana transfer pusat ke daerah.
Sebab, menurutnya saat ini masih ada paradigma lama yang menjadikan BUMD sekadar tempat 'numpang' bukan tempat bertumbuh.
Hal ini ditegaskan Afni saat menghadiri launching Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2025 dan Whistleblowing System (WBS) di Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (5/6).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT Bumi Siak Pusako (BSP) Zapin. BSP Zapin merupakan anak perusahaan dari BUMD Siak PT BSP yang bergerak di sektor hilir minyak dan gas (migas).
“Kalau pola tempat numpang dipertahankan, BUMD kita tidak akan pernah maju. Karena itu, saya melihat semangat baru dari BSP Zapin. Dengan segala keterbatasan, mereka mampu berinovasi. Ini sinyal positif perubahan paradigma,” kata Afni.
Afni pun menyampaikan apresiasi terhadap inovasi dan transformasi yang dilakukan BSP Zapin dalam mendorong transparansi tata kelola perusahaan.
Afni juga menilai, BUMD harus dievaluasi secara menyeluruh jika tidak bermanfaat.
“Kalau tak memberi manfaat, untuk apa dipertahankan? Hari ini daerah menanggung beban yang tidak sedikit dari BUMD. Bahkan ada yang secara keuangan nol, tapi bisnis tetap berjalan tanpa bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Untuk itu, Afni menekankan pentingnya siklus kebijakan yang berkelanjutan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga perbaikan.
Menurutnya, sistem tersebut harus dijalankan secara konsisten baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Afni juga mengingatkan agar implementasi SMAP dan WBS tidak berhenti pada seremoni semata.
“Semangatnya harus dijaga. Mulai dari lingkup kecil, lalu berkembang ke skala lebih besar. Ini bagian dari kontrol bersama,” tegasnya.
Selain itu, Afni juga menegaskan bahwa setiap insan yang bekerja di ruang publik harus siap diawasi sebagai bentuk akuntabilitas.
Terkait kinerja BUMD, Afni meminta direksi menetapkan target yang realistis dan terukur.
“Kalau berani menargetkan deviden Rp300 miliar, harus siap dengan konsekuensinya. Jika tidak tercapai, mundur. Tapi kalau belum mampu, sampaikan target realistisnya secara jujur,” ujarnya.
Di tengah tantangan global dan persoalan energi di daerah, Ia menilai BUMD seperti BSP memiliki peluang strategis untuk berkembang dan berkontribusi lebih besar.
Baca Juga: Oknum Kades di Siak Riau Terlibat Jaringan Narkoba, Terancam Hukuman Berat
“Saya mengajak seluruh jajaran BUMD, khususnya BSP Zapin, untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Jangan berhenti di seremoni, buktikan dengan kinerja nyata,” kata Afni.
Ia menekankan bahwa tujuan utama dari pengelolaan BUMD adalah memberikan kontribusi nyata berupa dividen yang dapat digunakan untuk pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Output terpenting adalah dividen untuk membangun masyarakat dan daerah,” tugasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sahril Ramadana
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: