Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR, Disdik Kalbar Sebut Ada Gangguan Speaker

Soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR, Disdik Kalbar Sebut Ada Gangguan Speaker Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polemik penilaian dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat mendadak viral dan memicu perdebatan publik.

Pasalnya, dua peserta disebut memberikan jawaban yang sama, namun hanya satu regu yang mendapat nilai penuh dari dewan juri.

Sorotan itu membuat Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie akhirnya buka suara.

Menurut Faisal, dugaan kesalahpahaman dalam penilaian kemungkinan dipicu gangguan teknis pada speaker yang mengarah ke meja dewan juri.

“Informasi yang saya terima, speaker yang mengarah ke juri mengalami gangguan, sehingga jawaban peserta kurang terdengar jelas. Sementara di live YouTube dan ke audiens penonton, suara terdengar jelas,” kata Faisal dalam keterangannya, dikutip Selasa (12/5).

Polemik bermula saat babak final LCC Empat Pilar Kalbar membahas materi hukum ketatanegaraan mengenai pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dalam sesi itu, Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan dengan kalimat:

“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden.”

Namun, dewan juri tetap mengurangi poin karena menganggap tidak mendengar frasa “Dewan Perwakilan Daerah” atau DPD dalam jawaban peserta.

Situasi semakin panas ketika pertanyaan serupa diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas dan justru mendapatkan poin penuh.

“Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,” ujar juri Dyastasita Widya Budi dalam video yang beredar di media sosial. 

Salah satu peserta akhirnya sempat spontan melayangkan protes kepada dewan juri karena merasa jawaban yang diberikan sama. Namun, komplain tersebut disebut tidak diindahkan oleh tim juri.

Viralnya video penilaian itu langsung memicu reaksi publik di media sosial. Banyak yang mempertanyakan konsistensi penilaian dewan juri dalam kompetisi tersebut.

Menanggapi polemik yang berkembang, Faisal mengatakan pihaknya sudah memanggil kepala sekolah dan tim pendamping dari SMAN 1 Pontianak untuk membahas persoalan tersebut.

"Kami sudah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak dan tim pendamping terkait persoalan ini," kata Faisal.

Ia meminta seluruh pihak tetap mengikuti mekanisme resmi yang berlaku dalam perlombaan. Menurutnya, jika ada keberatan, pihak sekolah dapat mengajukan peninjauan ulang kepada panitia penyelenggara.

Faisal juga menegaskan bahwa LCC 4 Pilar merupakan agenda nasional yang diselenggarakan langsung oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia sehingga seluruh penyelesaian keberatan harus mengikuti aturan panitia pusat.

Baca Juga: Ini Sosok Juri yang Salahkan Jawaban Benar Gegara Artikulasi di Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR

Baca Juga: Anulir atau Tanding Lagi? Begini Kelanjutan Polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR

"Karena ini kegiatan dari MPR RI, tentu ada mekanisme dan ketentuan yang harus diikuti," ungkapnya.

Meski polemik sempat memanas, Faisal menyebut pada prinsipnya pihak SMAN 1 Pontianak menerima hasil perlombaan. Namun evaluasi tetap dianggap penting agar kejadian serupa tidak terulang dalam kompetisi berikutnya.

"Kita selesaikan sesuai ketentuan lomba dan semua pihak harus menunjukkan sikap kesatria," tambah Faisal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri