Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pos Properti Indonesia Bidik Pertumbuhan Pendapatan 18 Persen di 2026

Pos Properti Indonesia Bidik Pertumbuhan Pendapatan 18 Persen di 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pos Properti Indonesia menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 18% pada tahun 2026. Target tersebut terbilang agresif mengingat proyeksi pertumbuhan industri properti nasional tahun ini diperkirakan hanya tertahan di kisaran 5%.

Untuk mengejar target tersebut, perusahaan meluncurkan tiga inisiatif bisnis strategis sekaligus sebagai motor penggerak baru. Ketiganya pengembangan co-living berkonsep baru bernama Homy Nomad, penguatan lini bisniskonstruksi dan desain, serta pengembangan kawasan perumahan milenial di Harjamukti, Depok bekerja sama dengan Ruma Development.

Menangkap momentum pergeseran gaya hidup generasi muda perkotaan, Pos Properti Indonesia resmi menghadirkan Homy Nomad, konsep co-living yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan hunian fleksibel kaum urban. 

Dua lokasi perdana telah beroperasi dikawasan strategis Jakarta, yakni di Fatmawati dan Gandaria (Haji Nawi), dengan total sekitar39 unit kamar yang terintegrasi langsung dengan akses transportasi publik dan pusat aktivitas kota.

Respons pasar terhadap Homy Nomad dinilai positif sejak masa peluncuran perdana, denganbtren tingkat hunian yang terus meningkat bahkan sebelum kampanye pemasaran besar-besaran dilakukan.

Ke depan, perusahaan berencana memperluas konsep ini ke kota-kota besar lain di Indonesia dengan pendekatan berbasis data untuk memastikan ekspansi yang terukur.

“Di tengah dinamika ekonomi, kami tidak melihat krisis, kami melihat peluang. Homy Nomad contohnya. Ini wujud nyata adaptasi kami terhadap kebutuhan hunian generasi muda yang

semakin dinamis dan mobile. Dengan lokasi yang terintegrasi transportasi publik dan ekosistem urban, kami percaya co-living bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strukturaljangka panjang,” ujar Aldhita Prayudhiputra, Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia, Jumat (22/5/2026).

Selain bertumpu pada bisnis properti berbasis sewa yang selama ini menjadi tulang punggung dengan kontribusi 50–60% terhadap total pendapatan, Pos Properti Indonesia secara aktif meningkatkan strategi terhadap peluang di lini Design & Construction. 

Unit bisnis ini menawarkan layanan konsultasi arsitektur, perancangan, dan konstruksi komprehensif yang disesuaikan dengan kebutuhan klien korporasi maupun institusi.

Penguatan lini konstruksi ini memanfaatkan jaringan aset dan rekam jejak Pos Properti dalam mengelola gedung-gedung bersejarah milik PT Pos Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Keahlian dalam transformasi fungsi bangunan dan renovasi bernilai heritage,termasuk inisiatif Pos Bloc sebagai creative hub, menjadi diferensiasi kuat perusahaan di tengah persaingan jasa konstruksi nasional.

Baca Juga: Andalkan Rumah Second, Pasar Properti Dinilai Masih Bergairah Tahun ini

Baca Juga: Dorong Profesionalisme, AREBI dan LSP BPI Gelar Sertifikasi 300 Broker Properti

"Kapabilitas Design & Construction yang kami bangun bukan semata unit bisnis baru, ini merupakan kelanjutan dari keahlian kami dalam mengelola, merestorasi, dan mentransformasi aset. Kami memiliki pengalaman teknis yang teruji, sumber daya manusia bersertifikat, dan portofolio proyek yang nyata. Kami siap mengkomersialisasikan keahlian tersebut untuk siapapun yang tertarik berkolaborasi,” jelas Chief Operating Officer PT Pos Properti Indonesia, Abdul Hadi.

Melalui kemitraan strategis dengan Ruma Development, Pos Properti Indonesia mengembangkan kawasan perumahan di Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Depok yang berlokasi persis di antara empat kawasan strategis Jabodetabek: Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor. Proyek seluas 7.925 m² ini akan menghadirkan sekitar 60 unit rumah dengan hargamulai dari Rp1,4 miliar, ditujukan bagi keluarga muda dan pembeli rumah pertama di kawasanCibubur dan sekitarnya.

Dengan estimasi cicilan sekitar Rp12 jutaan per bulan, pembeli sudah dapat memiliki hunian, menyesuaikan skema pembiayaan dan persetujuan bank. Proyek ini merespons data pasar yang menunjukkan bahwa 55 persen pembeli rumah di Jabodetabek pada 2024 adalah usia produktif yang menginginkan hunian strategis dekat transportasi publik. 

Dengan posisi hanya beberapa menit dari Stasiun LRT Harjamukti dan akses Tol Cibubur, kawasan ini dinilai memenuhi kebutuhan mobilitas harian kaum milenial sekaligus memiliki potensi apresiasi nilai investasi yang kuat.

Konsep hunian mengusung pendekatan urban living yang mengintegrasikan fasilitas komersial, ruang hijau, dan lingkungan ramah keluarga yang sejalan dengan tren hunian 2026 yang menekankan kenyamanan fungsional sehari-hari.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Dwi Aditya Putra