- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Tolak Didikte Pasar Global, Prabowo Instruksikan Kabinet Kunci Harga Sawit dan Komoditas Strategis
Kredit Foto: Austindo
Lebih lanjut, paradigma baru ini tidak hanya menyasar sektor agribisnis. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ultimatum Presiden berlaku untuk seluruh sumber daya alam strategis Indonesia.
Pemerintah menolak mengobral murah aset bangsa dan memilih menjadikan kekayaan alam sebagai cadangan investasi masa depan jika harga pasar global tidak menguntungkan.
“Kabinet Merah Putih mendapat titah. Harga nikel, sawit, batu bara, karet, hingga emas wajib ditentukan di dalam negeri,” ungkap Sudaryono.
“Jika asing menolak beli pakai harga kita, tidak masalah. Kita gunakan sendiri. Biarkan sisa tambang tertidur di bawah tanah ketimbang obral murah,” lanjutnya.
Baca Juga: Surplus Beras Hampir 4 Juta Ton, Pemerintah Sikat Mafia Pangan Demi Margin Petani
Baca Juga: Cadangan Beras Cetak Rekor 5,3 Juta Ton, Wamentan Sudaryono: RI Siap Jadi Pemasok Pangan Global
Bagi pemerintah, merombak aturan main perdagangan global dinilai menjadi syarat mutlak untuk mengamankan kedaulatan bangsa dan kemandirian ekonomi.
“Kita tuan rumah di tanah sendiri, saatnya tentukan aturan main,” pungkas Sudaryono.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: