Kredit Foto: Pexels/Lucas Andrade
Jagat media sosial belakangan dihebohkan dengan kemunculan video penampakan pocong yang diklaim muncul di sejumlah daerah.
Namun setelah ditelusuri aparat kepolisian, video-video tersebut dipastikan hanyalah hoaks yang sengaja dibuat demi menarik perhatian publik.
Salah satu kasus yang sempat membuat warga resah terjadi di wilayah Jember. Video viral yang menampilkan sosok menyerupai pocong di Kelurahan Patrang menyebar luas di berbagai platform media sosial, termasuk melalui akun Instagram Explore Jember.
Video itu sempat memicu ketakutan warga karena disebut-sebut sebagai penampakan misterius di kawasan permukiman.
Menindaklanjuti keresahan tersebut, Polres Jember langsung turun tangan bersama perangkat Kelurahan Patrang untuk mengecek lokasi yang disebut dalam video viral tersebut.
Pengecekan melibatkan Lurah Patrang Hariyono, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RW, hingga Ketua RT setempat.
Baca Juga: Hari Bahagia Pengantin Berubah Jadi Petaka, Dugaan Penipuan WO Bekasi Disorot
Kasat Binmas Polres Jember Agus Yudi Kurniawan memastikan video penampakan pocong itu tidak benar alias hoaks.
Menurutnya, hasil klarifikasi mengungkap bahwa video tersebut dibuat oleh seorang pemuda berinisial ALF bersama teman-temannya.
Mereka memotret sosok menyerupai pocong di sebuah rumah milik LNL di Jalan Merpati, Kelurahan Patrang, lalu mengeditnya menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).
“Awalnya hanya dibuat untuk story WhatsApp, namun kemudian menyebar luas ke berbagai media sosial hingga menimbulkan keresahan masyarakat,” jelasnya, dikutip dari laman resmi Polres Jember, Senin (25/5/2026).
AKP Agus Yudi Kurniawan menegaskan, langkah cepat kepolisian dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih luas akibat penyebaran video editan AI tersebut.
Menurutnya, konten semacam itu bisa memicu kepanikan, teror, gangguan keamanan, hingga penyebaran informasi menyesatkan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Hanya 20% Konten Bermasalah Ditindak, Komdigi Desak Platform Perketat Pengawasan
Karena itu, polisi mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak langsung mempercayai video viral yang belum dipastikan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta tidak ikut menyebarkan konten yang berpotensi menimbulkan keresahan publik tanpa melakukan pengecekan fakta terlebih dahulu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri