- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Bakrie Perbesar Taruhan di BIPI Usai Astrindo Main Energi Hijau dengan Emiten Tommy Soeharto
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Bakrie Capital Indonesia menambah kepemilikan saham di PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebanyak 212,86 juta saham di tengah langkah ekspansi perseroan ke sektor energi dan infrastruktur strategis bersama Grup Humpuss.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham, Bakrie Capital Indonesia membeli 212.864.200 saham BIPI pada 25 Mei 2026 dengan harga Rp180 per saham untuk tujuan investasi.
Transaksi tersebut membuat kepemilikan Bakrie Capital Indonesia di BIPI meningkat dari 4,28 miliar saham atau 6,73% menjadi 4,5 miliar saham setara 7,06%.
Aksi penambahan saham dilakukan di tengah agresivitas BIPI memperluas portofolio bisnis energi dan infrastruktur melalui kerja sama strategis dengan Grup Humpuss.
Sebelumnya, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan emiten Tommy Soeharto, PT Humpuss pada 13 Mei 2026 untuk menjajaki pengembangan lima proyek energi dan industri dengan estimasi kebutuhan belanja modal mencapai US$1,5 miliar.
Lima proyek yang dijajaki meliputi reaktivasi Catalytic Polymerization Unit (CPU), proyek Reformate Addition, pembangunan kilang crude palm oil (CPO) menjadi minyak goreng, pengembangan Mini LNG, hingga proyek pembangkit listrik panas bumi (geothermal) dan pusat data (data center) di Sabang, Aceh.
Baca Juga: BIPI Gandeng Perusahaan Tommy Soeharto Garap Proyek Energi Rp26 Triliun
Baca Juga: Fokus Sektor Energi Bersih, BIPI Jajaki Divestasi Bisnis Batu Bara
Direktur Utama Astrindo Ray Gerungan mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat sektor energi baru dan terbarukan (EBT).
“Langkah ini membuka peluang pengembangan proyek energi dan industri yang berorientasi pada keberlanjutan serta menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi lanskap energi Indonesia di masa depan,” ujar Ray.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri