Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Tarik Dana Kesehatan dari Afrika, Ebola Kini Makin Mengkhawatirkan

Trump Tarik Dana Kesehatan dari Afrika, Ebola Kini Makin Mengkhawatirkan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kembalinya wabah Ebola di Afrika menunjukkan tanda-tanda yang semakin mengkhawatirkan. Setelah sebelumnya wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dinyatakan berakhir pada Oktober 2025, penyebaran penyakit mematikan itu kembali dilaporkan pada 15 Mei 2026 dan kini memicu respons darurat dari negara-negara di kawasan.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa ancaman Ebola tidak lagi hanya menjadi persoalan domestik DRC. Uganda bahkan memutuskan untuk menutup sementara perbatasannya dengan DRC sebagai langkah pencegahan terhadap meluasnya penyebaran wabah.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Rabu (27/5/2026), Kementerian terkait di Uganda menyatakan bahwa penutupan perbatasan berlaku segera. Pengecualian hanya diberikan kepada tim respons Ebola yang berwenang, operasi kemanusiaan, transportasi makanan dan kargo, serta kegiatan keamanan yang tetap harus menjalani protokol pemeriksaan dan pemantauan kesehatan secara ketat.

Selain itu, setiap orang yang kembali dari DRC ke Uganda diwajibkan menjalani isolasi mandiri selama 21 hari di bawah pengawasan petugas kesehatan. Kebijakan tersebut menunjukkan tingginya kewaspadaan terhadap potensi penyebaran lintas negara.

Kekhawatiran internasional juga semakin meningkat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di DRC dan Uganda sebagai keadaan darurat yang menimbulkan ancaman bagi negara lain. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 221 orang di DRC telah meninggal dunia dengan dugaan Ebola.

Munculnya kembali wabah Ebola terjadi di tengah perubahan besar dalam dukungan kesehatan global. Situasi ini bertepatan dengan kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menarik sejumlah pembiayaan kesehatan di Afrika.

Amerika Serikat diketahui menarik dana dari WHO, membubarkan USAID, melakukan pemotongan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), serta sedang dalam proses mengurangi total bantuan kesehatan yang diberikan kepada DRC dan Uganda.

Padahal sebelumnya Amerika Serikat merupakan salah satu donor terpenting bagi badan kesehatan global. Pada 2023 dan 2024, kontribusi negara tersebut mencapai lebih dari 1,2 miliar dolar AS atau sekitar 1,03 miliar euro.

Baca Juga: Kronologi Bocah SD di Makassar Tewas di Rumah Kosong, Ayah Pulang Ngojek Mencari hingga Subuh

Langkah pengurangan dukungan kesehatan juga terlihat pada April 2025 ketika Menteri Kesehatan AS, Robert F. Kennedy Jr., mengumumkan bahwa 25 persen tenaga kerja CDC akan diberhentikan dan 35 persen kontrak eksternal akan diputus.

Di tengah berkurangnya dukungan kesehatan internasional tersebut, kembalinya Ebola kini menjadi tantangan baru bagi kawasan Afrika. Penutupan perbatasan oleh Uganda dan status darurat yang ditetapkan WHO menjadi indikasi bahwa penyebaran wabah tidak lagi dipandang sebagai ancaman lokal semata, melainkan risiko yang berpotensi berdampak lebih luas ke negara-negara lain.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: