Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Purbaya berharap tambahan likuiditas tersebut dapat mendorong konsumsi masyarakat dan berdampak positif terhadap pelaku usaha kecil, termasuk warung makan tradisional.
“Itu akan memberi daya beli tambahan ke masyarakat. Harusnya warteg ke depan tidak seperti itu lagi,” katanya.
Sebelumnya, Purbaya juga membantah anggapan bahwa kebijakan fiskal pemerintah berjalan tidak terkendali hingga mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, kondisi APBN hingga Mei 2026 justru menunjukkan perbaikan yang ditopang pertumbuhan penerimaan pajak dan bea cukai serta penguatan surplus keseimbangan primer.
Ia menegaskan sejumlah indikator utama APBN masih berada dalam kondisi yang sehat meskipun defisit anggaran meningkat menjadi 0,7% terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Dari sini bagus semua, pajaknya naik, defisit terjaga. Jadi kondisi fiskal amat baik,” ujar Purbaya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: