Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pakar IPB Ungkap Teknologi yang Berpotensi Selamatkan Industri Susu Nasional

Pakar IPB Ungkap Teknologi yang Berpotensi Selamatkan Industri Susu Nasional Kredit Foto: Dok. Greenfields.
Warta Ekonomi, Jakarta -

Industri susu nasional masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga mutu produk. Kondisi ini tidak lepas dari dominasi peternakan rakyat berskala kecil yang menjadi tulang punggung produksi susu segar di Indonesia.

Sejumlah persoalan yang kerap muncul antara lain risiko pencampuran bahan ilegal, kurang terjaganya rantai pendingin, hingga aspek kebersihan selama proses produksi. Di sisi lain, kemampuan produksi susu dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan industri, sedangkan 80 persen sisanya masih bergantung pada impor.

Di tengah tantangan tersebut, teknologi biosensor bernama Cyber Tongue yang dikembangkan di Australia dinilai berpotensi menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas susu lokal. Menurut Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor, teknologi ini mampu mendeteksi enzim dan kontaminan penyebab kerusakan susu secara cepat dan akurat.

“Cyber Tongue berpotensi menyelamatkan industri susu. Inovasi ini dapat mengurangi limbah susu yang belum memenuhi standar karena mampu mendeteksi kontaminan secara cepat. Dengan demikian, kualitas susu lokal bisa meningkat, limbah berkurang, dan daya saing produk dalam negeri terhadap susu impor semakin kuat,” ujar Prof. Ronny.

Baca Juga: Bantah Titipan Industri Susu, BGN Coret Pengadaan Formula Bayi dari Program MBG

Dibandingkan metode pengujian konvensional, Cyber Tongue menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari kecepatan analisis, tingkat akurasi yang tinggi, hingga kemampuannya digunakan langsung di lokasi produksi.

“Singkatnya, Cyber Tongue bekerja seperti lidah elektronik yang mampu ‘merasakan’ kualitas susu secara langsung. Teknologi ini membantu industri mengambil keputusan lebih cepat dan tepat sebelum produk terlanjur dibuang,” jelasnya.

Teknologi tersebut dikembangkan oleh PPB Technology di Canberra berdasarkan hasil penelitian Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO). Cyber Tongue memanfaatkan biosensor berbasis protein yang bekerja dengan prinsip bioluminescence resonance energy transfer (BRET) untuk mendeteksi enzim protease AprX, salah satu penyebab utama susu cepat rusak, serta berbagai kontaminan lainnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman