Genjot Kerja Sama Industri, Indonesia Boyong 50 Co-Exhibitor ke INNOPROM 2026
Kredit Foto: Kemenprin
Indonesia juga menghadirkan Paviliun Indonesia seluas 1.512 meter persegi yang akan menjadi etalase kemampuan industri nasional di hadapan investor, pelaku usaha, asosiasi bisnis, serta pembuat kebijakan dari berbagai negara.
Direktur Program Bisnis Formika Event sekaligus penyelenggara INNOPROM, Anton Atrashkin, menilai kehadiran Indonesia sebagai Official Partner Country menjadi salah satu sorotan utama dalam penyelenggaraan INNOPROM 2026.
Menurutnya, partisipasi Indonesia mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang saling menguntungkan bagi dunia usaha.
Sebagai pameran industri internasional terbesar di kawasan Eurasia, INNOPROM setiap tahunnya mempertemukan pelaku industri, investor, asosiasi bisnis, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Dengan lebih dari 48.000 pengunjung dari sekitar 60 negara, ajang ini menjadi platform penting bagi Indonesia untuk memperluas jejaring kemitraan, menarik investasi, dan membuka akses pasar baru bagi produk manufaktur nasional.
Tri menegaskan, keberhasilan partisipasi Indonesia di INNOPROM tidak hanya diukur dari jumlah pertemuan bisnis yang berlangsung selama pameran, tetapi juga dari realisasi kerja sama yang terbangun setelahnya.
Baca Juga: Kemenperin Dorong Pisang dan Tenun Manggarai Timur Naik Kelas Lewat Hilirisasi
“Kami ingin melihat lebih banyak investasi industri, proyek ko-produksi, transfer teknologi, dan kerja sama manufaktur yang memberikan nilai tambah bagi industri Indonesia maupun Rusia,” ujarnya.
Melalui partisipasi sebagai Official Partner Country, Indonesia berharap dapat memperkuat posisi industri nasional di pasar internasional sekaligus memperdalam kemitraan ekonomi dengan Rusia dan kawasan Eurasia dalam jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: