Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penjualan Global BYD Kembali Tumbuh, Ekspor Melonjak Hampir 95 Persen

Penjualan Global BYD Kembali Tumbuh, Ekspor Melonjak Hampir 95 Persen Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Setelah sempat mengalami tekanan selama berbulan-bulan, kinerja penjualan global BYD mulai kembali menunjukkan tren positif. Produsen kendaraan listrik asal China itu berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan selama dua bulan berturut-turut, didorong oleh lonjakan ekspor yang semakin kuat ke berbagai pasar internasional.

Mengutip CarNewsChina, BYD membukukan penjualan global sebanyak 403.472 unit pada Juni 2026. Capaian tersebut meningkat 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus memperpanjang momentum pemulihan setelah pada Mei lalu perusahaan mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 0,3 persen secara tahunan.

Peningkatan penjualan itu terutama berasal dari pasar luar negeri. Sepanjang Juni 2026, BYD mengirimkan 175.349 unit kendaraan ke berbagai negara, melonjak 94,7 persen dibandingkan Juni 2025. Kinerja ekspor yang impresif tersebut mampu menutupi pelemahan permintaan di pasar domestik China.

Di negara asalnya, penjualan BYD justru masih mengalami penurunan sekitar 22 persen secara tahunan. Kondisi ini memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung sejak Mei 2025, seiring melambatnya konsumsi masyarakat dan semakin ketatnya persaingan di pasar kendaraan listrik.

Sementara itu, kompetitor BYD juga masih mencatatkan performa yang solid. Leapmotor, misalnya, berhasil menjual 93.376 unit kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV) sepanjang Juni 2026, atau meningkat sekitar 95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Genjot Produksi di Eropa

Di tengah meningkatnya kontribusi pasar ekspor, BYD juga terus mempercepat langkah ekspansi globalnya. Salah satu fokus utama perusahaan saat ini adalah memperbesar kapasitas produksi di Eropa.

Seorang penasihat senior yang menangani operasional BYD di kawasan tersebut mengungkapkan bahwa perusahaan hampir menyelesaikan proses penentuan lokasi untuk pembangunan pabrik keduanya di Eropa. Sebelumnya, BYD telah membangun fasilitas produksi pertamanya di Hungaria.

Baca Juga: Ada Apa dengan BYD Atto 1? Dulu jadi Mobil Listrik Terlaris, Sekarang Cuma Terjual 26 Unit

Kehadiran pabrik baru diharapkan dapat memperkuat rantai pasok BYD di kawasan Eropa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ekspor kendaraan langsung dari China.

Ambisi ekspansi itu sejalan dengan target jangka panjang perusahaan. Chairman BYD, Wang Chuanfu, kembali menegaskan visi perusahaan untuk menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat umum pemegang saham tahunan yang digelar di Shenzhen.

Manajemen BYD menilai pertumbuhan ekspor yang konsisten, didukung inovasi teknologi baterai dan pengembangan sistem pengisian daya ultra-cepat, akan menjadi fondasi utama untuk merealisasikan target tersebut.

Industri Otomotif China Masih Menghadapi Tantangan

Meski performa global BYD mulai membaik, kondisi industri otomotif di China masih belum sepenuhnya pulih. Persaingan harga yang semakin agresif membuat sejumlah produsen kendaraan listrik menghadapi tekanan, termasuk Leapmotor, Li Auto, dan Xiaomi.

Selain perang harga, berkurangnya berbagai insentif pembelian kendaraan listrik turut memengaruhi daya beli konsumen. Situasi tersebut diperparah oleh krisis sektor properti yang masih berlangsung dan berdampak terhadap tingkat kepercayaan masyarakat untuk berbelanja.

Di sisi lain, tingginya persediaan kendaraan di jaringan dealer juga menjadi tantangan tersendiri bagi para produsen otomotif di Negeri Tirai Bambu.

Baca Juga: Resmi Meluncur, BYD M6 DM Dilego Mulai Rp 298 Juta

Berdasarkan proyeksi terbaru China Passenger Car Association (CPCA), penjualan mobil di China diperkirakan turun hingga 11 persen sepanjang 2026. Angka tersebut jauh lebih dalam dibandingkan proyeksi sebelumnya yang hanya memperkirakan penurunan sekitar 1 persen.

Dengan kondisi pasar domestik yang masih lesu, ekspor diperkirakan akan tetap menjadi motor utama pertumbuhan BYD maupun produsen otomotif China lainnya dalam mempertahankan laju bisnis mereka di pasar global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman