Media Iran Rilis Daftar Target Balas Dendam, Trump hingga Macron Masuk
Kredit Foto: The Independent
Surat kabar Iran, Hamshahri, merilis infografis yang memuat daftar 13 tokoh dunia yang diklaim menjadi target pembalasan atas kematian mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron tercantum dalam daftar tersebut.
Khamenei tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan itu menjadi awal pecahnya perang di Timur Tengah.
Putra sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran akan membalas kematian sang ayah. Pernyataan itu menjadi pesan publik pertamanya setelah pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
"Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," kata Mojtaba pada Sabtu (11/7/2026).
"Para penjahat ini, yang namanya tercantum dalam daftar, akan membawa keinginan untuk mati dengan tenang di tempat tidur mereka ke liang kubur," imbuhnya.
Infografis tersebut dipublikasikan secara daring oleh Hamshahri pada Sabtu malam. Meski menampilkan foto 13 pemimpin asing berdampingan dengan pernyataan Mojtaba, surat kabar itu tidak memuat infografis serupa dalam edisi cetak yang terbit pada Minggu (12/7/2026).
Mojtaba menyebut Iran telah menyusun daftar individu yang menjadi target operasi. Namun, ia tidak mengungkap identitas mereka secara langsung dan belum ada pernyataan resmi dari otoritas tertinggi Iran yang mengesahkan daftar tersebut.
Baca Juga: Trump Umumkan Blokade Pelabuhan Iran, Kargo Lewati Selat Hormuz Kena Tarif 20 Persen
Daftar yang dipublikasikan Hamshahri mencantumkan sejumlah pemimpin dunia. Di antaranya Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, hingga Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Selama konflik berlangsung, Iran berulang kali menuding sejumlah negara Eropa ikut bertanggung jawab karena dinilai gagal mengecam serangan terhadap wilayahnya. Teheran juga menuduh beberapa negara Eropa mengizinkan pesawat militer Amerika Serikat melintasi wilayah udara mereka untuk mendukung operasi serangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: