Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sadisnya Israel Mau Pasang Parit Berisi Buaya di Penjara Tahanan Palestina

Sadisnya Israel Mau Pasang Parit Berisi Buaya di Penjara Tahanan Palestina Kredit Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana kontroversial kembali muncul dari Israel. Sejumlah pejabat negara itu disebut tengah mengkaji penggunaan parit berisi buaya sebagai bagian dari sistem pengamanan penjara yang menahan warga Palestina.

Gagasan tersebut langsung memicu sorotan karena dinilai belum pernah diterapkan secara luas dan menuai keberatan dari berbagai pihak.

Konsep itu disebut terinspirasi dari fasilitas penahanan imigrasi "Alligator Alcatraz" di Florida, Amerika Serikat, yang kini sudah tidak lagi beroperasi.

Menurut laporan The Telegraph, Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Idit Silman, telah mengklasifikasikan ulang buaya Nil sebagai "hewan liar yang dipelihara". Langkah itu disebut membuka peluang agar reptil tersebut dapat ditempatkan di fasilitas penahanan.

Rencananya, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir akan memperkenalkan buaya-buaya tersebut di Penjara Ketziot, sebuah penjara dengan tingkat keamanan maksimum di wilayah selatan Israel yang menampung tahanan Palestina.

Baca Juga: Parlemen Israel Resmi Bubar, Karier Netanyahu Auto Tamat?

Gagasan tersebut sebenarnya telah dilontarkan Ben-Gvir sejak Desember lalu dalam konsultasi bersama Komisaris Layanan Penjara, Kobi Yaakob.

Sebagai bagian dari kajian awal, sejumlah pejabat senior penjara Israel bahkan dilaporkan telah mengunjungi peternakan buaya di Hamat Gader, Israel utara.

Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari Otoritas Alam dan Taman Israel. Lembaga itu menilai penggunaan buaya sebagai sistem keamanan penjara tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kita perlu melindungi mereka, bukan membiarkan mereka melindungi kita. Itu bukan semangat hukum," kata para pejabat.

Meski begitu, perubahan status buaya Nil menjadi "hewan liar yang dipelihara" secara administratif memungkinkan reptil tersebut dipelihara di lingkungan penjara selama tetap memenuhi standar kesejahteraan satwa.

Keberatan juga datang dari penasihat hukum Kementerian Perlindungan Lingkungan Israel, Neta Drori. Menurutnya, hingga kini tidak ada dasar ilmiah maupun fakta profesional yang cukup untuk mendukung penggunaan buaya sebagai bagian dari sistem pengamanan penjara.

"Mengenai penggunaannya di Amerika Serikat, perlu dicatat bahwa ini adalah uji coba singkat yang dihentikan. Tampaknya uji coba tersebut dilakukan di daerah di mana buaya sudah ada di alam liar, dan oleh karena itu tidak ada dasar untuk perbandingan," kata Drori.

Sebagai informasi, Alligator Alcatraz dibuka pada Juli 2025 di sebuah landasan udara terbengkalai yang dikelilingi rawa-rawa berisi buaya di Florida. Namun, fasilitas tersebut kemudian diperintahkan berhenti beroperasi oleh Hakim Distrik AS Kathleen Williams setelah muncul persoalan terkait dampak lingkungan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: